Aksi Mogok Sia-Sia, Perajin Tahu Tempe Terancam Bangkrut

- Jumat, 4 Maret 2022 | 21:42 WIB
Tempe (Ghina Atika)
Tempe (Ghina Atika)

Aksi mogok massal yang dilakukan oleh perajin tahu tempe selama tiga hari terakhir tidak membuahkan hasil yang baik. Alih-alih mendapatkan penurunan harga kedelai, mendapatkan perhatian pemerintah pun tidak. Aksi ini ibarat macan ompong, yang tidak membuahkan hasil apa-apa.

Perajin harus terburu-buru untuk kembali memproduksi tahu dan tempe dengan ancaman gulung tikar sudah di depan mata. Perajin yang tergabung dalam Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) DKI sempat menyambangi DPRD untuk mengadukan nasib mereka.

Sekjen Puskopti DKI Hedi Kuswanto menyatakan tidak tahan lagi dengan lonjakan harga kedelai yang mencapai Rp 11.300 per kilogramnya.

Aksi protes juga dilakukan oleh Ketua Paguyuban Dadi Rukun Rasjadi dengan menabuh drum dan kerei yang merupakan alat produksi tempe. Aksi ini dilakukan dekat sentra produksi tempe di Depok. Rasjadi menyatakan bahwa pihaknya protes atas kenaikan harga kedelai yang membuat mereka tidak bisa memproduksi tahu dan tempe.

Namun, protes semacam ini sepertinya tidak bergema. Perajin harus berpasrah diri sembari mengelus dada. Apalagi saat ini pemerintah tengah sibuk mengurus minyak goreng yang semakin langka dan berharga mahal. Selain itu juga pemerintah jgua sibuk dengan perhelatan G20 sekaligus adanya rencana pemindahan ibu kota baru.

Baca Juga: Produsen Tahu di Bukittinggi Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai

Satu-satunya jalan bagi perajin tahu dan tempe adalah menaikkan harga jual tahu dan tempe itu sendiri. Hal ini juga cukup mengkhawatirkan perajin, kalau-kalau konsumen menahan diri untuk tidak makan tahu dan tempe, apalagi mengingat kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Slamet Riadi selaku perajin tahu dan tempe berpikir tidak berani hitung-hitungan keuntungan. Baginya bisa bertahan hidup hari ke hari saja sudah cukup menguntungkan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjanji akan mengatur harga agar pasar lebih jinak terhadap kedelai. Muhammad Lutfi juga akan segera menjembatani perajin dan penjual dalam menentukan harga acuan tahu dan tempe. Lutfi berharap hal ini bisa terselenggara secepatnya.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Intip 10 Saham yang Punya Dividen Besar

Selasa, 5 Juli 2022 | 22:36 WIB

Simak Penjelasan Mengenai Saham Preferen

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:53 WIB

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB
X