Modus Beli Aset Mewah, Diduga Cara Crazy Rich Lakukan Pencucian Uang

- Minggu, 6 Maret 2022 | 09:25 WIB
Ilustrasi modus crazy rich beli aset mewah diduga cara lakukan pencucian uang (pixabay.com/PIX1861)
Ilustrasi modus crazy rich beli aset mewah diduga cara lakukan pencucian uang (pixabay.com/PIX1861)

HARIANHALUAN.COM - Banyak ditemukan adanya transaksi terkait dengan pembelian aset mewah berupa kendaraan, rumah, perhiasan serta asset lainnya yang wajib dilaporkan oleh PBJ sebagai pihak pelapor kepada PPATK, tapi dalam pelaksanaannya tidak dilaporkan.

“Mereka yang kerap dijuluki ‘Crazy Rich’ ini patut diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari investasi bodong dengan skema Ponzi,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dilansir dari okezone.com pada Minggu (6/3/2022).

Menurutnya, banyak Crazy Rich diduga lakukan pencucian uang dari investasi bodong skema ponzi.

Baca Juga: Transaksi Keuangan Tak Wajar, 7 Crazy Rich dalam 'Incaran' PPATK

Hal itu diketahui dengan analisis yang dilakukan oleh PPATK terhadap dugaan adanya penipuan dan pencucian uang dalam kasus investasi illegal.

Bahkan, dari deteksi aliran dana investasi bodong yang dijalani, namun juga nampak dari kepemilikan berbagai barang mewah yang ternyata belum semuanya dilaporkan oleh penyedia barang dan jasa di mana mereka membeli.

“Setiap penyedia barang dan jasa wajib melaporkan Laporan Transaksi pengguna jasanya atau pelanggan kepada PPATK, dengan mempedomani penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa yang telah diatur dalam Peraturan PPATK,” ujarnya.

Baca Juga: Berbahaya! Pasar KUD Tanjungpinang Harus Dikosongkan dari Pedagang, Ini Identitas Korban

Diketahui, dalam melaporkan berbagai jenis laporan yang telah diatur oleh negara, peran pihak pelapor PPATK sangat penting dan krusial, tak terkecuali penyedia barang dan jasa.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X