Usai Rusia Izinkan Warga Ukraina Keluar, Rupiah Duduki Angka Rp 14.365 dan Harga Emas Antam Mencapai Rp 1.036

- Rabu, 9 Maret 2022 | 21:01 WIB
Ilustrasi Rupiah (Ghina Atika)
Ilustrasi Rupiah (Ghina Atika)

Ariston Tjendra selaku Analis Pasar Uang mengatakan sentimen pasar terlihat bergerak lebih positif terhadap aset beresiko, termasuk rupiah. Menurut Ariston rupiah bisa menguat dengan potensi Rp 14.360 dan potensi melemah di posisi Rp 14.420.

Hal ini dapat terjadi lantaran adanya pengumuman dari Rusia hari ini yang memberikan jalan bagi masyarakat sipil untuk meninggalkan Ukraina. Namun, invasi yang dilakukan Rusia masih menjadi sentiment negatif bagi perkembangan pasar global.

Dilansir dari CNN Indonesia pada Rabu (9/3/22), Ariston menyebutkan bahwa invasi Rusia masih menjadi kekhawatiran pelaku pasar. Perang dan sanksi ekonomi telah mendorong harga komoditas terutama energi yang melonjak sehingga terjadi potensi kenaikan inflasi yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, harga aset beresiko masih memiliki peluang dalam tekanan karena pasar masih akan mengalihkan investasinya ke aset yang lebih aman seperti dolar AS dan emas yang mendorong kenaikan harga untuk kedua aset tersebut.

Pada perdagangan pasar spot Rabu (9/3/22) pagi nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.365 per dolar AS. Mata uang Republik Indonesia naik sebanyak 31 poin atau sekitar 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya yang hanya ada pada angka Rp. 14.396 per dolar AS.

Baca Juga: Rencana AS dan Eropa Larang Impor Minyak Rusia Tekan Rupiah ke Rp 14.414

Pagi ini terpantau mayoritas uang di Asia bergerak menguat. Tercatat, peso Filipina naik sebesar 0,15 persen, dolar Hongkong naik 0,01 persen, won Korea Selatan nak 0,41 persen, dan dolar Singapura naik sebesar 0,12 persen.

Selain itu, tercatat juga mata uang lainnya, yuan China naik 0,031 persen, rupee India naik 0,07 persen, dan baht Thailand naik 0,17 persen. Namun sayangnya, ringgit Malaysia dan yen Jepang mengalami penurunan, masing-masingnya minus 0,02 persen dan 0,20 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di negara maju menguat pagi ini. Terpantau, dolar Kanada naik 0,05 persen, dolar Australia naik 0,07 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dan euro Eropa naik 0,34 persen. Hanya franc Swiss yang minus 0,08 persen.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X