Hari Ini Harga Kripto Berjatuhan dan Emas Antam Stagnan di Angka Rp 1,010 Juta Per Gram

- Jumat, 11 Maret 2022 | 11:34 WIB
Ilustrasi Bitcoin Emas (Ghina Atika)
Ilustrasi Bitcoin Emas (Ghina Atika)

Dalam tiga hari terakhir reli kenaikan dari uang kripto terhenti, hal ini disebabkan karena harga uang kripto yang berjatuhan. Bitcoin merosot jatuh hingga ke angka 6,09 persen dan kembali jatuh ke level di bawah US$ 40 ribu per koin.

Saat ini bitcoin hanya dibanderol US$ 39.300 per koin. Dilansir dari coinmarketcap.com pada Jumat (11/3/22) bitcoin merosot 5,64 persen dalam waktu sepekan terakhir. Padahal pada kenyataannya di tahun lalu mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar itu pernah menyentuh level US$ 68 ribu per keping.

Selain itu, ethereum juga terjun bebas sebesar 4,59 persen dalam waktu semalam. Ethereum dibanderol US$ 2.596 per keping setelah mengalami kemorosotan sebanyak 7,74 persen dalam sepakn terakhir.

BNB juga mengalami keguguran sebesar 6,06 persen ke posisi US$ 370 per keping. Selanjutnya, XRP juga mengalami penurunan sebesar 5 persen ke posisi US$ 0,7357 per keping, serta cardano yang ikut gugur sebesar 5,44 persen ke posisi US$ 0,8022 per keping.

Kemudian, solana dan avalanche rontok masing-masing 6,37 persen dan 6,02 persen. Solana dipatok US$82,67 per keping, sedangkan avalanche dihargai US$73,30 per keping.

Di antara 10 kripto di papan teratas, hanya terra yang berhasil bertahan di zona hijau dengan pertumbuhan 2,28 persen. Terra sudah meroket 11,26 persen dalam sepekan terakhir. Saat ini, terra dibanderol US$99,90 per keping.

Baca Juga: Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Harga Emas Melonjak, Kurs, Saham dan Aset Kripto Terdampak

Saat ini uang kripto masih dilarang untuk digunakan sebagai alat bayar di Indonesia. Namun, kripto termasuk komoditas bursa berjangka sehingga tidak masalah menggunakannya sebagai investasi ataupun komoditas yang diperjualbelikan oleh pelaku pasar.

Uang kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:07 WIB

BTI XL Dukung Kopdargab All Bikers se Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:04 WIB

IHSG Tertekan, Intip Saham Tahan Banting

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:24 WIB

Cobain Kakeibo, Teknik Menabung Ala Orang Jepang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X