Pilihan Investasi : Emas, Saham, atau Dolar di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia

- Rabu, 16 Maret 2022 | 21:34 WIB
Ilustrasi Ekonomi Global (Ghina Atika)
Ilustrasi Ekonomi Global (Ghina Atika)

Seperti tidak berkesudahan, ekonomi dunia terus bergejolak sehingga banyak negara terkena dampaknya termasuk Indonesia. Setelah adanya Covid-19 dampak yang dirasakan sangat mempengaruhi keadaan ekonomi, ditambah lagi saat ini adanya kekhawatiran terhadap disrupsi rantai pasokan makanan dan ancaman inflasi yang muncul akibat pemulihan permintaan secara serentak tidak diikuti oleh pasokan yang memadai.

Selain hal tersebut, dunia kembali diguncang dengan adanya ancaman konfliki geopolitika antara Rusia dan Ukraina. Konflik kedua negara tersebut sudah berlangsung selama dua pekan, hal ini turut membuat ekonomi dunia terombang-ambing dan semakin tidak pasti.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyebutkan bahwa perang kedua negara tersebut membuat ekonomi dunia turun naik. Pasalnya berbagai harga komoditas yang tadinya lesu kini terus melonjak memecahkan rekor harga sebelumnya.

Contohnya adalah harga kisaran harga batu bara dulunya sekitar US$ 80 per metrik ton (MT) sekarang menjadi US$ 400 per MT. Begitu juga dengan minyak goreng yang melonjak menjadi US$ 135 per barel, terpaut jauh jika dibandingkan saat pandemi covid-19 baru diumumkan pada 2020 lalu di level minus.

Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Desa Batang Tajongkek Kota Pariaman Kembangkan Ikan Air Tawar

Menilik dari ketidakpastian yang ada, berbagai instrument keuangan dan investasi pun turut memiliki pergerakan yang tidak menentu karena mengikuti perkembangan terbaru. Lalu bagaimana dengan masyarakat awam? Apakah ada instrument investasi yang tepat untuk dijadikan tabungan di masa depan saat ekonomi global penuh gejolak seperti ini? Mari simak ulasan berikut ini.

  1. Logam Mulia, Emas Dll

Ibrahim Assuaibi selaku Analis Komoditas sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka mengatakan dalam situasi ekonomi yang tidak kondusif ini, sebaiknya masyarakat mengamankan dana simpanannya dijadikan investasi dalam bentuk logam mulia, entah itu emas batangan atau emas perhiasan 24 karat.

Pasalnya, kebanyakan investor akan bertindak untuk menyimpan uang mereka di safe haven demi melindungi uang mereka dari fluktasi pasar di tengah gejolak komoditas ekonomi saat ini.

Menurut Ibrahim rentang yang ideal untuk masuk pada pengkoleksian emas adalah di bawah Rp 1 juta per gramnya. Walaupun saat ini nilai emas masih sangat tinggi, namun Ibrahim menilai masih ada kesempatan investor untuk mengoleksi di rentang harga Rp 950 ribu per gram-Rp 970 ribu per gram.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Intip 10 Saham yang Punya Dividen Besar

Selasa, 5 Juli 2022 | 22:36 WIB

Simak Penjelasan Mengenai Saham Preferen

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:53 WIB

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB
X