5 Cara Agar Bisnis Kebal Terhadap Resesi Ekonomi

- Kamis, 17 Maret 2022 | 22:35 WIB
Ilustrasi Pengusaha (Ghina Atika)
Ilustrasi Pengusaha (Ghina Atika)

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan berbagai lembaga ekonomi Indonesia sempat memprediksi Indonesia akan terperosok pada jurang resesi pada 2020 lalu. Bayang-bayang resesi saat itu kian nyata saat itu. Namun baiknya, Indonesia masih selamat hingga saat ini.

Namun ada baiknya kita berjaga-jaga jika kedepannya terjadi hal seperti itu.Pasalnya resesi yang menandai kontraksi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut tersebut akan diikuti dengan lesunya ekonomi dalam jangka waktu yang belum diketahui.

Pasalnya, virus corona yang menjadi penyebab merosotnya ekonomi dunia masih belum pasti kapan berakhirnya. Resesi diperkirakan memengaruhi kemampuan beli masyarakat dan berimbas pada pasokan dan penjual.  Berikut adalah tip bisnis agar kebal resesi untuk wirausahawan.

  1. Meninjau Ulang Model Bisnis

Dalam menghadapi resesi, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan menyebut pelaku usaha wajib meninjau ulang (review) model bisnis mereka.

Untuk mereka yang sudah memiliki bisnis berjalan (existing), Lusi menyarankan untuk lebih rajin melakukan peninjauan rencana. Kalau biasanya meninjau laporan keuangan hanya sekali dalam sebulan, kini dapat dilakukan lebih sering.

Bagi mereka yang belum memiliki laporan keuangan, Lusi menyebut ini adalah saat yang tepat untuk mulai mendesain. Tak perlu rumit-rumit, laporan keuangan dapat dimulai dibuat sesederhana mungkin sesuai dengan model bisnis dan ukuran usaha.

Sedangkan, untuk mereka yang baru mau memulai bisnis di tengah krisis, Lusi menyebut harus membuat model bisnis dengan ketelitian ekstra. Dia mengingatkan agar tidak lupa konsultasikan kepada mereka yang sudah berpengalaman di bisnis sejenis.

  1. Pegang Cash Keras

Perencana keuangan Aidil Akbar menyebut jelang resesi, cash (uang tunai) adalah raja. Likuiditas juga tak kalah penting. Sementara, penjualan dan arus kas adalah kunci dari bisnis yang kebal resesi.

Agar selamat, ia menyarankan untuk tak menumpuk modal dalam bentuk barang. Dengan lemahnya daya beli saat ini, bisa jadi jumlah produk yang biasanya terjual dalam sebulan kini membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, dia juga menyebut untuk tak menjual terlalu banyak varian barang, cukup fokuskan ke produk utama yang laku saja selama krisis.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X