Berikut Ini Penyebab Saham Perbankan Turun Meski Kinerja Baik

- Rabu, 11 Mei 2022 | 17:13 WIB
Ilustrasi Bank (Ghina Atika)
Ilustrasi Bank (Ghina Atika)

Ada sejumlah penyebab saham perbankan turun meski kinerjanya bagus. Seperti diketahui, beberapa saham perbankan terkoreksi harga sejak awal tahun. Adapun penurunan terdalam dialami oleh saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang merosot hingga 25,51% dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang harganya terkoreksi hingga 21,94% sejak awal tahun 2022.

Lantas, apa sebenarnya penyebab saham perbankan turun meski kinerja beberapa saham ini bagus? IDXChannel merangkum beberapa penyebabnya sebagai berikut.

Beberapa saham dari sektor perbankan memang mengalami pelemahan harga sejak awal tahun 2022. Indeks LQ45 yang dijadikan acuan investasi menunjukkan pergerakan yang kurang menyenangkan. Sejak awal tahun atau secara year-to-date, indeks LQ45 terkoreksi 11,20%. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan menguat 1,95% sejak awal 2022.

Saham perbankan yang mengalami koreksi harga antara lain BBTN menurun 25,51%, BBNI terkoreksi 21,94%, BBCA menurun 11,96%, BBRI terkoreksi 10,31%,  BMRI terkoreksi 10,28%. Kinerja keuangan BMRI, BBCA, dan BBTN yang meningkat sepanjang semester pertama 2021 rupanya belum mampu mengangkat harga sahamnya ke zona hijau.

Para analis pun menilai adanya beberapa penyebab dari penurunan saham perbankan tersebut. Menurut Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Setya Ardiastama, pelemahan harga saham perbankan tidak terlepas dari sikap investor saat ini yang lebih berfokus pada pemulihan ekonomi dalam negeri, khususnya pada kuartal ketiga.

Selain itu, pergerakan saham perbankan big cap juga masih diwarnai oleh sentimen aksi korporasi dari masing-masing emiten. Inilah yang membuat para investor melakukan aksi wait and see terhadap beberapa saham big cap dari sektor perbankan.

Baca Juga: Daftar Saham Berkah Setelah Liburan Panjang Lebaran yang Bisa Anda Miliki

Jika dilihat dari kinerja dan fundamentalnya, saham-saham perbankan big caps seperti BBNI, BBRI, BMRI, dan lainnya sebenarnya masih cukup baik. Pada dasarnya,  saat ini investor lebih cenderung melihat momentum ketika ingin membeli saham.

Percepatan inflasi di Amerika Serikat juga mendorong penurunan harga sejumlah saham bank. Seperti diketahui, Amerika Serikat tengah menghadapi inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X