Cadangan Devisa Anjlok Bayar Utang Luar Negeri, Rupiah pun Melemah

- Jumat, 13 Mei 2022 | 16:11 WIB
Ilustrasi Cadangan Devisa Indonesia
Ilustrasi Cadangan Devisa Indonesia

HARIAN HALUAN - Cadangan devisa anjlok US$ 3,4 miliar per akhir Maret 2022. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Lalu karena antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian. Dampaknya, memberikan sentimen negatif kepada nilai rupiah.

"Penurunan posisi cadangan devisa pada April 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian," tulis BI dalam keterangan resmi Jumat, 13 Mei 2022.

Baca Juga: Resmi!! Aturan Penggunaan Rupiah dalam Kegiatan Internasional dalam Mendukung Perekonomian

Dikutip dari CNBC Indonesia bahwa Bank Indonesia (BI) hari ini melaporkan posisi cadangan devisa per akhir Maret sebesar US$ 135,7 miliar, jeblok US$ 3,4 miliar dari bulan sebelumnya.

Posisi cadangan devisa tersebut merupakan yang terendah sejak November 2020 lalu.

Semakin besar cadangan devisa, artinya BI punya lebih banyak "peluru" untuk menstabilkan rupiah. Ketika cadangan devisa turun, maka "peluru" semakin berkurang sehingga memberikan sentimen negatif ke rupiah.

Baca Juga: Fantastis, TKI Sumbang Rp160 Triliun untuk Devisa Negara

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor"

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: cnbcindonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X