Tak Lagi Masuk Daftar Terkaya, Kekayaan Bos Shopee Berkurang Sebanyak 253 Trilliun Gara-Gara Hal Ini

- Rabu, 18 Mei 2022 | 15:44 WIB
Forrest Li (Ghina Atika)
Forrest Li (Ghina Atika)

Jakarta, HarianHaluan.com – Forrest Li CEO dari SEA Ltd yang diketahui sebagai perusahaan induk dari market place Shopee dikabarkan telah kehilangan kekayannya sebesar lebih dari 80% atau sebanyak Rp 253 Trilliun Rupiah.

Seperti yang diketahui, Tahun lalu, Bloomberg Billionaires Index mencatatkan harta Forrest Li sebesar US$ 22 miliar atau setara Rp 321 triliun (kurs Rp 14.600).

Namun, kini dirinya telah kehilangan lebih dari 80% kekayaannya. Berdasarkan laporan Bloomberg Billionaires Index, sekarang kekayaan Forrest Li tinggal US$ 4,7 miliar atau setara Rp 68 triliun.

Imbasnya, kini Forrest Li tidak lagi termasuk dalam 500 orang terkaya di dunia. Seperti yang dikabarkan Anjloknya kekayaan Forrest Li, disinyalir dari dampak turunnya harga saham SEA di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: 4 Sumber Kekayaan Forrest Li, Bos Shopee yang Tajir Melintir

Terkait hal ini, Li mengatakan kepada karyawannya bahwa jatuhnya penilaian Sea merupakan penderitaan jangka pendek.

"Jatuhnya penilaian Sea adalah penderitaan jangka pendek, yang harus kita tanggung untuk benar-benar memaksimalkan potensi jangka panjang kita," Ujar Li kepada Bloomberg.

Sebagai informasi, Sea Limited (juga dikenal sebagai Sea Group) adalah perusahaan publik Singapura. Perusahaan ini didirikan pada 2009 oleh Forrest Li. Sea Limited merupakan perusahaan induk dari Shopee, SeaMoney, dan Garena.

Perusahaan ini terdaftar di bursa saham Singapura, Bursa Efek Frankfurt, dan Bursa Efek New York. Perusahaan ini memperoleh nilai pasar yang luar biasa pada tahun 2020, mencapai 72 miliar dolar per 21 Agustus 2020.

Halaman:

Editor: Alfitra Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB

Gencar Transaksi Afiliasi, Saham GoTo Meroket

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:54 WIB
X