5 Perbedaan Investasi Syariah dan Non Syariah yang Perlu Investor Ketahui

- Rabu, 18 Mei 2022 | 23:43 WIB
Ilustrasi Investasi (Ghina Atika)
Ilustrasi Investasi (Ghina Atika)

Ada beberapa perbedaan investasi syariah dan non syariah yang perlu diperhatikan sebelum mulai berinvestasi. Sebagai seorang investor yang cerdas, pengetahuan fundamental tentang investasi tentu wajib Anda ketahui.

Investasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu investasi konvensional dan investasi syariah. Terdapat beberapa perbedaan investasi syariah dan non syariah yang mudah untuk dipahami. Apa saja perbedaan tersebut?

Perbedaan Investasi Syariah dan Non Syariah

  1. Akad atau Perjanjian

Akad atau perjanjian dalam investasi syariah meliputi akad kerja sama (Musyarakah), sewa-menyewa (Ijarah), dan bagi hasil (Mudharabah). Akad tersebut hanya ada pada investasi syariah. Sedangkan untuk investasi non syariah atau konvensional, tidak ada peraturan yang memperhatikan halal atau atau haram dalam membuat kesepakatan.

  1. Pengawasan

Badan pengawasan di investasi berbasis syariah dan non syariah juga berbeda. Investasi syariah diawasi oleh sebuah Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan instrumen syariah agar sesuai dengan prinsip syariah.

Namun, regulasi Reksa Dana Syariah tetap diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Tujuan Investasi

Investasi syariah juga memiliki tujuan perolehan kembalian (return). Namun, investasi syariah juga memiliki tujuan Socially Responsible Investment (SRI), yang merupakan bentuk strategi investasi dengan menyatukan perolehan keuntungan dengan kebajikan sosial.

Hal ini tentu saja berbeda dengan investasi non syariah yang hanya memiliki tujuan untuk mendapatkan return sebesar-besarnya.

Baca Juga: 7 Mitos Investasi yang Menghantui Para Investor

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X