Inves di Goto Bukan Cari Cuan Harian atau Mingguan, tapi Prospek ke Depan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 20:49 WIB
Ilustrasi IPO GoTo Gojek Tokopedia (Dok. headtopics.com) (Ida Farida)
Ilustrasi IPO GoTo Gojek Tokopedia (Dok. headtopics.com) (Ida Farida)

HARIAN HALUAN - Sejumlah perusahaan tercatat menjadi investor sekaligus pemegang saham di PT Goto Gojek Tokopedia (GOTO). Dengan bergabungnya perusahaan dalam ekosistem GoTo, diharapkan bisa memperluas kolaborasi dan kerjasama strategis yang semakin meningkatkan value added bagi kedua belah pihak.

Memang, kinerja harga saham GOTO pasca melantai di bursa masih dinamis naik dan turun di bawah harga IPO. Sehingga untuk sementara waktu, nilai investasi sejumlah perusahaan di GoTo ikut terpengaruh, seperti yang dialami PT Telkom dan juga Astra.

Namun, jika melirik pergerakan saham GOTO hingga hari ini, maka GOTO termasuk saham yang sangat atraktif. Tercatat sore ini (20/5/2022) ditutup pada angka Rp304/lembar saham naik dibanding pembukaan pagi Rp280. Jika tren ini mampu bertahan dan terus naik, maka prospek gain atau cuan kembali muncul.

Baca Juga: Saham Terjun Bebas, Sultan Minta OJK Selidiki Dugaan Konflik Kepentingan Pemegang Saham Goto-Telkomsel

Pengamat pasar modal Reza Priyambada menilai, investasi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan terhadap GOTO, kiranya perlu pisahkan antara investasi dalam bentuk penyertaan terhadap bisnis dan investasi dalam bentuk non bisnis.

Menurut Reza, investasi yang terkait dengan bisnis bisa diilustrasikan seseorang ikut berinvestasi dalam bisnis perusahaan tersebut. Artinya, dia tidak terlalu melihat apakah harga saham di pasar naik atau turun. Hal ini seperti dilakukan Telkom, dimana melihat potensi masa depan dan kolaborasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

"Yang penting, perusahaan yang dipilih untuk investasikan masih berjalan dan terus mengembangkan bisnisnya. Concernnya ialah kepada kelangsungan bisnis dan pengembangan maupun ekspansi bisnis yang dilakukan," ucap Reza.

Sementara, kalau investasi non bisnis, lebih melihat ke hasil atau return jangka pendek yang bisa diambil. Ada target return yang hendak dicapai. Alhasil, misal sebuah perusahaan atau seseorang yang berinvestasi tidak perlu tahu bagaimana bisnis yang dijalankan atau bagaimana cara mereka untuk mengembangkan maupun ekspansi bisnis.

"Yang diperhatikan ialah apakah saham tersebut naik atau turun karena berpengaruh pada hasil investasinya," ucap Reza.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB

Gencar Transaksi Afiliasi, Saham GoTo Meroket

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:54 WIB

Mau Kerja di Google Indonesia? Yuk Intip Gajinya

Selasa, 21 Juni 2022 | 20:42 WIB
X