Begini Proses dan Cara Kerja Buyback Saham

- Selasa, 24 Mei 2022 | 12:28 WIB
Ilustrasi Investor (Ghina Atika)
Ilustrasi Investor (Ghina Atika)

Seorang investor harus familiar dengan bagaimana proses dan cara kerja buyback saham. Buyback saham merupakan sebuah aksi yang dilakukan perusahaan untuk membeli sahamnya sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar terbuka.

Lantas bagaiman proses dan cara kerja serta contoh buyback saham yang ada di pasar modal? Agar lebih memahaminya, berikut rangkuman mengenai buyback saham berikut ini.

Buyback atau repurchase merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membeli sahamnya sendiri yang beredar di publik guna mengurangi jumlah saham yang tersedia di pasar terbuka.

Ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan melakukan buyback saham. Beberapa di antaranya adalah untuk meningkatkan laba per saham (positif) dan nilai saham yang tersedia dengan mengurangi pasokan atau mencegah pemegang saham (shareholders) lain mengambil saham pengendali (controlling stake).

Proses Buyback Saham

Buyback saham memungkinkan perusahaan dapat berinvestasi ke dirinya sendiri. Sebab, dengan mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar dapat meningkatkan proporsi saham yang dimiliki oleh investor.

Biasanya, perusahaan merasa sahamnya undervalued dan melakukan dan melakukan buyback untuk memberikan investor pengembalian atau return. Kemudian, lantaran perusahaan bullish pada operasinya saat ini, buyback juga meningkatkan proporsi pendapatan yang dialokasikan suatu saham. Dengan demikian, aksi tersebut dapat menaikkan harga saham jika rasio  price-to-earning (P/E) yang sama dipertahankan.

Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu, Berikut 5 Cara Temukan Saham Bagus

Ketika saham yang ada di pasar berkurang jumlahnya, persentase saham perusahaan pun bernilai lebih besar. Artinya, laba per saham (Earning per Share/EPS) saham dapat meningkat dan rasio harga terhadap pendapatan (P/E) menurun atau harga saham meningkat. Buyback saham menunjukkan bahwa perusahaan memiliki dana yang cukup untuk keadaan darurat atau ketika menghadapi masalah ekonomi perusahaan yang rendah.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB

Gencar Transaksi Afiliasi, Saham GoTo Meroket

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:54 WIB

Mau Kerja di Google Indonesia? Yuk Intip Gajinya

Selasa, 21 Juni 2022 | 20:42 WIB
X