Berikut Penjelasan Mengenai 13 Notasi Khusus untuk Emiten Bermasalah

- Rabu, 25 Mei 2022 | 20:12 WIB
Ilustrasi Saham (Istimewa)
Ilustrasi Saham (Istimewa)
  1. Notasi B: Permohonan Pernyataan Pailit terhadap emiten atau anak perusahaan emiten yang memiliki kontribusi pendapatan material
  2. Notasi M: Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap emiten atau anak perusahaan emiten yang memiliki kontribusi pendapatan material
  3. Notasi E: Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
  4. Notasi A: Emiten yang memiliki Opini Tidak Wajar (Adverse) dari Akuntan Publik
  5. Notasi D: Emiten yang memiliki Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan Publik
  6. Notasi L: Belum menyampaikan laporan keuangan
  7. Notasi S: Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
  8. Notasi C: Sedang memiliki kejadian perkara hukum terhadap Perusahaan Tercatat, Anak Perusahaan Tercatat dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat yang berdampak Material.
  9. Notasi Q: Sedang dikenai pembatasan kegiatan usaha atas Perusahaan Tercatat dan/atau Anak Perusahaan Tercatat oleh regulator.
  10. Notasi Y: Belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir.
  11. Notasi F: Mendapat Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran Ringan.
  12. Notasi G: Mendapat Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran Sedang.
  13. Notasi V: Mendapat Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran Berat.

Satu emiten bisa mendapatkan lebih dari satu notasi saham dari BEI, tergantung dengan masalah yang dihadapi emiten tersebut. Itulah 13 notasi khusus untuk emiten bermasalah. Semoga informasi ini membantu dan mencerahkan harimu.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Peran Besar Permintaan Domestik Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X