Fenomena Bubble Brust : Hati-hati Startup Melakukan PHK Massal

- Jumat, 27 Mei 2022 | 20:55 WIB
JD.Id (Ghina Atika)
JD.Id (Ghina Atika)

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di industri perusahaan rintisan (startup) dan e-commerce atawa e-dagang berbasis teknologi. Setelah Zenius dan LinkAja, kini giliran JD.ID.

Ada kekhawatiran gelombang PHK tersebut terjadi karena fenomena gelembung ekonomi pecah atau bubble burst.

Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan bubble burst adalah kondisi saat kenaikan ekonomi melaju cepat tetapi cepat pula jatuhnya.

Kondisi itu yang ditengarai Nailul sedang terjadi pada industri startup di dalam negeri, karena pertumbuhannya yang instan pada awal pandemi, tapi merosot tajam sampai berakibat pada pengurangan karyawan.

Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya aliran modal di pasar akibat investor semakin selektif dalam memilih perusahaan untuk berinvestasi.

Sentimen ekonomi global seperti inflasi yang kian meningkat dan kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS pun turut berkontribusi pada hal tersebut.

"Suku bunga ketat akan menekan penyaluran modal ventura (VC) ke startup. Startup akan kehilangan sumber pendanaan potensial dari VC," jelas Nailul.

Jumlah startup di Indonesia semakin bertambah, sedangkan modal semakin menipis. Karena perusahaan startup terlalu agresif dalam berekspansi di awal, alhasil mereka terpaksa mengurangi karyawan yang sebelumnya mereka rekrut secara besar-besaran

"Saya lihat pendanaan dari venture capital yang saya rasa semakin selektif dan tidak semua startup digital mendapatkan pendanaan yang cukup. Dampaknya, mereka akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK karyawan," katanya.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB
X