Rekomendasi Saham Murah Setelah Fenomena Sell in May and Go Away

- Senin, 6 Juni 2022 | 21:17 WIB
Ilustrasi Sell in May and go away (Ingenio Virtual) (Ida Farida)
Ilustrasi Sell in May and go away (Ingenio Virtual) (Ida Farida)

HARIANHALUAN.COM - Bulan lalu, Mei 2022, pasar saham Indonesia turut dilanda fenomena sell in may and go away. Umumnya valuasi saham akan terdiskon setelah mengalami fenomena tersebut. Untuk itu, artikel ini memuat rekomendasi saham murah untuk dibeli.

Melansir dari Kontan, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menerangkan bahwa fenomena sell in may and go away terjadi pada sepekan pertama pasca Idul Fitri atau sekitar awal Mei 2022. Hal itu bisa terjadi karena adanya capital outflow yang dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed.

Kendati demikian, fenomena ini tidak berlangsung lama. Terlihat di pekan selanjutnya,  kondisi pasar saham sudah kembali normal beriringan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga: Lonjakan di Pasar Kripto: Cek Harga Cryptocurrency Hari Ini!

Selama bulan Mei, Pandhu mengamati saham teknologi mengalami koreksi paling mendalam. Hal ini disebabkan oleh valuasi yang relatif lebih tinggi dibanding sektor lain, belum lagi adanya tren kenaikan suku bunga dan kinerja perusahaan.

"Maka tidak heran jika terjadi peralihan di mana para investor akan kembali menempatkan investasinya ke perusahaan old economy yang kinerjanya terbukti dan telah teruji bertahun-tahun," ujar Pandhu, Senin (6/6).

Jika mengamati kinerja di kuartal pertama, Pandhu menilai masih ada beberapa saham yang mencetak kinerja cukup bagus sehingga masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah.

Contohnya PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), mencatatkan pendapatan sebesar Rp947 miliar pada kuartal pertama 2022 yang melesat 102,56% secara year on year (yoy) dari Rp467 miliar di kuartal pertama 2021. ASRI juga berhasil mencapai untung Rp138,39 miliar dari rugi Rp 308 miliar.

Selanjutnya ada PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang memperoleh laba bersih US$176,46 juta. Angka itu diketahui meningkat sebesar 26,69% yoy dari US$139,27 juta di akhir Maret 2021.

Halaman:

Editor: Ida Farida

Sumber: kontan.co.id

Tags

Terkini

Tips Memilih Broker Asuransi Terbaik Agar Tak Kecewa

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Jangan Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:07 WIB

BTI XL Dukung Kopdargab All Bikers se Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:04 WIB

IHSG Tertekan, Intip Saham Tahan Banting

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:24 WIB

Cobain Kakeibo, Teknik Menabung Ala Orang Jepang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X