Daftar Saham yang Berpotensi Cuan Minggu Ini

- Selasa, 14 Juni 2022 | 21:00 WIB
Saham (Ghina Atika)
Saham (Ghina Atika)

Pada perdagangan akhir pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dari 96,1 poin atau 1,34 persen ke level 7.086. Di seluruh pasar investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 278,48 miliar.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, indeks saham sempat menguat sebanyak dua kali dan melemah 3 kali. Yulianto Aji Sadono selaku Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut kapitalisasi di pasar bursa mengalami penurunan pada pekan sebelumnya sebesar 1,56 persen dari Rp 9.406.900 triliun menjadi Rp 9.269.642 triliun.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi harian bursa juga turut mengalami penurunan sebanyak 0,05 persen. Pada awalnya terdapat 1,549 juta transaksi menjadi 1,548 juta transaksi. Sedangkan untuk rata-rata volume transaksi harian bursa naik 0,03 persen dari 27,713 miliar saham menjadi 27,722 miliar saham.

Dikutip dari situs IDX pada Jumat (10/6) lalu, Yulianto menjelaskan bahwa perubahan sebesar 23,26 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan. Perubahan transaksi tersebut dari 22,394 triliun menjadi Rp 17,186 triliun pada pekan sebelumnya.

Pelatih investasi saham dan derivatif sekaligus Direktur Utama Akela Trading System Hary Suwanda memprediksi IHSG akan mengalami koreksi tajam di pekan depan. Menurutnya, indeks akan bergerak di rentang support 6.956 dan resistance 7.216.

Baca Juga: 25 Daftar Saham Emiten Perkebunan dan Tanaman Pangan yang Masuk ke Sektor Sub Industri D232

Koreksi ini disebabkan oleh tingkat inflasi di Amerika Serikat yang melebihi ekspektasi investor. Sebab, data Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,0 dan IHK inti sudah mencapai level 0,6.

Secara global, inflasi yang tinggi serta perang Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut pun membuat Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal ini turut membuat kekhawatiran akan tekanan inflasi dalam negeri semakin naik. Tak hanya itu, kelangkaan gandum juga berkontribusi pada meningkatnya harga bahan baku dan tingkat inflasi secara umum.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi: Stok Beras Nasional Capai 10,2 Juta Ton

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X