Bitcoin Anjlok Selama 18 Bulan, Solana & Cardano Turun 15 Persen

- Jumat, 17 Juni 2022 | 18:46 WIB
Ilustrasi Bitcoin (Analytics Insight) (Ida Farida)
Ilustrasi Bitcoin (Analytics Insight) (Ida Farida)

HARIANHALUAN.COM - Harga Bitcoin jatuh ke level terendah selama 18 bulan terakhir karena rekor tingkat inflasi yang menyebabkan kripto crash baru-baru ini. Kerugiannya diikuti oleh Solana (turun 21 persen) dan Polygon (turun 19 persen). Harga Cardano, BNB, dan Shiba Inu pun ikut turun 15 persen dalam sehari terakhir.

Apa yang menyebabkan kripto crash?

Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat inflasi year-on-year di bulan Mei sebesar 8,6 persen. Angka itu menunjukkan tingkat inflasi tertinggi sejak Desember 1981 dan telah menakuti banyak investor di semua pasar.

Crash pada kripto baru-baru ini telah membuat seluruh kapitalisasi pasar industri di bawah $1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari 2021. Adapun di bawah ini adalah harga kripto hari ini.

Baca Juga: Penyebab Wall Street Jatuh Dipicu Karena Adanya Isu Resesi

Harga Bitcoin

Bitcoin diperdagangkan dengan harga $24.440. Angka ini lebih rendah dari harga Bitcoin $26.760 langsung setelah runtuhnya Terra Luna. Harga Bitcoin belum pernah serendah ini sejak Desember 2020. Bitcoin menutup pekan yang berakhir pada 12 Juni dengan penutupan terendah juga sejak Desember 2020.

Harga Solana

Harga Solana saat ini adalah $26,26. Harga Solana telah turun 21 persen dalam harga kripto hari ini dan hampir 40 persen dalam seminggu terakhir. Solana berada pada harga terendah sejak Juli musim panas lalu. Solana tetap menjadi cryptocurrency terbesar kesembilan berdasarkan kapitalisasi pasar.

Halaman:

Editor: Ida Farida

Sumber: Analytics Insight

Tags

Terkini

S&P dan Nasdaq Melejit, Investor Makin Optimis

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Jokowi: Stok Beras Nasional Capai 10,2 Juta Ton

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB
X