KKP Lepas Ekspor Perdana 80 Ekor Koi Asal Blitar ke Malaysia

- Jumat, 24 Juni 2022 | 11:14 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor perdana 80 ekor ikan hias jenis koi asal Blitar, Jawa Timur ke Malaysia. Koi tersebut berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor perdana 80 ekor ikan hias jenis koi asal Blitar, Jawa Timur ke Malaysia. Koi tersebut berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I.

HARIANHALUAN - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor perdana 80 ekor ikan hias jenis koi asal Blitar, Jawa Timur ke Malaysia. Koi tersebut berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I.

"Tentu kami bangga, karena yang ekspor kali ini UD Sanggrilla Fish, pelaku usaha kecil yang akhirnya berhasil menembus pasar ekspor. Hal ini tak lepas dari peran pendampingan BKIPM Surabaya I hingga akhirnya pelaku usaha berhasil memenuhi persyaratan kesehatan dan mutu negara tujuan ekspor, " kata Suprayogi, Kepala BKIPM Surabaya I di kantornya, dikutip dari laman resmi kkp.go.id, Jumat, 24 Juni 2022.

Baca Juga: Gandeng ATR/BPN, KKP Permudah Pembudidaya Ikan Dapat Sertifikat Tanah

Yogi memaparkan, BKIPM Surabaya I memiliki fungsi strategis dalam mendukung kelancaran kegiatan lalulintas melalui Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hingga saat ini, 149 Unit Pengolah Ikan (UPI) yang tersebar di 26 kab/kota se Jawa Timur, serta 35 Unit usaha pembudidaya ikan, memiliki peluang untuk menjangkau pasar global melalui jalur udara maupun laut via Surabaya.

"Potensi lalulintas produk perikanan melalui BKIPM Surabaya I sangat besar," terang Yogi.

Merujuk data lalulintas BKIPM Surabaya I tahun 2021, volume ekspor ikan non hidup dari Surabaya mencapai 220 ribu ton dan 1,6 juta ekor dalam keadaan hidup. Total frekuensi pengiriman tercatat 19.783 kali.

Baca Juga: Libatkan KKP, Kebocoran Sampah ke Laut Turun 25 Persen

Yogi menambahkan, geliat lalu lintas produk perikanan khususnya ikan hias air tawar juga menunjukkan angka yang signifikan, yakni 6 miliar ekor. Dari jumlah tersebut, ikan koi menjadi salah satu komoditi dominan dengan pengiriman domestik sebanyak 14.617 kali dengan jumlah 3.661.106 ekor.

"Sekitar 80% jumlah pengiriman berasal dari Blitar. Frekuensi pengiriman ikan koi ini terbilang tinggi, dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah dengan Koi Jepang, jadi kami kira sudah saatnya menembus pasar dunia," ujar Yogi.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X