Kisah Inspiratif Pemilik Perusahaan Kapal Api, Mulai dari Usaha Rumahan Hingga Big Company

- Senin, 27 Juni 2022 | 20:47 WIB
Kapal Api (Ghina Atika)
Kapal Api (Ghina Atika)

PT Kapal Api Global Soedomo dimiliki oleh pria sukses bernama Soedomo Mergonoto. Awalnya perusahaan ini berasal dari usaha rumahan yang dijalankan Soedomo Mergonoto. Soedomo menjalankan usahanya di rumah milik orang tuanya yaitu Go Soe Loet dan Poo Guan Cuan.

Nama besar Kapal Api itu melalui banyak perjalanan panjang dan kisah pahit yang dialami Soedomo Mergonto.

Awalnya yang merintis usaha kopi adalah Go Soet Loet bersama kedua saudaranya. Mereka memasarkan kopi bubuk yang diberi nama “Hap Hoo Tjan”.  Go Soet Loet juga memulai usaha warung kopinya di kawasan Pecinan, Surabaya.

Tidak semudah yang dibayangkan, Go Soet Loet memulai dengan berkeliling dan memanggul dagangannya berkeliling kampong. Begitulah kerja keras Go Soet Loet untuk mendapatkan pelanggan yang memang tidak mudah.

Selanjutnya, Soedomo yang juga tipe orang pekerja keras turut memulai karirnya di bangku sekolah dengan bekerja di perusaahn vulkanisir ban. Tugas Soedomo saat itu adalah mengerok ban-ban bekas dan untuk menambah penghasilannya lagi, Soedomo juga pernah menjadi kernet bemo.

Setelah setahun menggeluti pekerjaan tersebut, barulah tahun 1967 Soedomo diminta untuk membantu usaha kopi milik ayahnya. Soedomo bertugas sebagai penjual kopi saat itu. Bermodalkan sepeda ontel Soedomo berkeliling kampong hingga ke pelabuhan Tanjung Perak untuk menjajakan kopinya.

Baca Juga: Doyan Minum Kopi? Awas Penyakit Ini Menyerang

Memasuki tahun 1975, ayahnya berhasil membangun pabrik untuk usaha kopi miliknya. Pabrik tersebut berada di lokasi Sepanjang, Sidoarjo. Kopi yang mereka produksi diberi nama Kapal Api.

Asal muasal nama Kapal Api sendiri diberikan oleh ayah Soedomo (Go Soe Loet) karena dulu, tepatnya pada tahun 20-an, Go Soe Loet dan dua saudaranya pernah menaiki kapal api ke Hindia Belanda saat berlayar ke Indonesia. Dari logonya, kamu dapat melihat kapal di kemasan kopi. Hal itu memiliki arti, yaitu sebagai harapan baru, semangat juang dan teknologi.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X