Beralih ke Mesin Listrik, Industri Kilang Tebu Lawang Kantongi Efisiensi 60 Persen

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:10 WIB
Syafri Jamal, penerima manfaat mesin elektro motor.
Syafri Jamal, penerima manfaat mesin elektro motor.

HARIANHALUAN - Penggunaan mesin produksi berbasis listrik terbukti lebih menguntungkan. Pasalnya, penggunaan mesin produksi berbasis listrik memang lebih efektif, cepat, dan hemat.

Mesin ini juga bebas limbah pembuangan seperti mesin konvesional yang menggunakan bahan bakar solar.

Adalah Kelompok Tani Inovatif Tebu Serumpun yang telah membuktikan keuntungan beralih dari mesin produksi konvensional ke mesin produksi berbasis listrik. Kelompok ini merupakan penerima Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkunga (TJSL) PLN berupa 3 buah mesin elektro motor untuk 3 lokasi penggilingan tebu, dengan total bantuan sebesar Rp121.311.000.

Baca Juga: LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Setelah 4 bulan beralih dari mesin diesel dompeng dan menggunakan mesin elektro motor, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar kunjungi salah satu lokasi pabrik Kelompok Tani Inovatif Tebu Serumpun yang bertempat di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam Sumbar pada Senin, 8 Agustus 2022.

Hadir pada kunjungan tersebut Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIW Sumbar Cipto Adi Sumartono, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukittinggi Zulhamdi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Agam Aguska, serta beberapa jajaran forkopimda.

Baca Juga: Siapkan Infrastruktur dan Stimulus, PLN Perkuat Ekosistem Sambut Mobil Listrik Dalam Negeri

Syafri Jamal, penerima manfaat mesin elektro motor mengatakan, dengan mesin elektro motor pabriknya dapat menghemat biaya operasional hingga sekitar 60%. Sebelumnya, Syafri merogoh kocek untuk pembelian BBM solar sebanyak 35 liter per minggu atau sekitar 245 ribu Rupiah, sementara kini hanya mengeluarkan biaya 100 ribu Rupiah per minggu untuk pembelian token listrik.

Efisiensi ini tentu sangat berdampak pada penghasilan industri tebu Syafri. ‘’Dengan mesin yang baru ini efisiensi yang kami dapatkan cukup besar. Sebelumnya kami harus membeli BBM solar rata-rata 980 ribu Rupiah untuk penggunaan mesin diesel dompel selama satu bulan. Dengan mesin baru hanya perlu beli token sekitar 400 ribu Rupiah setiap bulannya,’’ jelasnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Dikson Biaya Tambah Daya Listrik, Cuma Rp170 Ribuan

Senin, 26 September 2022 | 14:44 WIB
X