Usia Muda tak jadi Kendala Jago 'Bikin' Uang, Begini Caranya

- Selasa, 20 Juli 2021 | 01:10 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Felicia Putri Tjiaksa sudah paham cara mengelola uang sejak usia 16 tahun atau tepatnya di kelas 10 SMA. Ketika itu guru mata pelajaran Ekonomi telah membuatnya masuk ke dalam dunia investasi sejak dini.

Saat itu ia diajak untuk ikut Olimpiade Pasar Modal Nasional. Lantaran ketika itu kata 'olimpiade' terdengar keren, akhirnya ia mau ikut. “Aku kan dari Pontianak, jadi pas lomba itu aku lolos dari antarprovinsi lalu ke Jakarta, ke Bursa Efek Indonesia. Itu kan keren banget. Jadi dari situ mulai suka dan jatuh cinta. Sejak SMA itu aku seperti sudah tahu mau berkariernya di sini,” ungkap Felicia dalam Podcast bersama Raditya Dika pada Juni lalu.

Selanjutnya, saat sudah punya KTP, tepat di usia 17 tahun, ia membuka rekening saham lalu membeli saham. “Saham pertama aku itu ingat banget. Soalnya pas lomba itu paling sering disebut gitu sih, itu aku beli Astra,” papar dia lagi.

Waktu itu harganya masih Rp 7.000 per saham, tepatnya pada 2013. Namun dari pengalamannya, ia tidak menyarankan untuk menjadikan saham sebagai pilihan investasi untuk pemula. Untuk yang ingin mengawali dengan modal kecil, bisa sembari belajar cukup autodidak.

“Tapi kalau mau lebih besar lagi modalnya, pengetahuannya juga harus lebih besar juga. Harus berbanding lurus, karena banyak banget juga hanya dengar-dengar saja dan tanpa tahu keputusan untuk beli atau tidak,” ujar Felicia lagi.

Saat ini Felicia tercatat sebagai seorang pendiri ternakuang.id yang merupakan perusahaan rintisan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial seluruh masyarakat dan punya misi mencetak 10 juta investor di Indonesia.

Untuk para pemula, Felicia menyarankan agar memahami dunia investasi sejak dini, jangan sampai bilang ‘ogah’ atau sampai takut ditipu. Felicia mulai mencoba masuk ke dunia reksadana pada 2015, dan mulai membelinya secara daring. Namun ia sudah tahu dulu proses dan lain-lainnya karena ia juga sudah bekerja di sekuritas.

“Aku selalu bilang, kalau nggak percaya, masukin saja dulu Rp 100 ribu dan kita lihat. Tidak usah gede-gede, nggak usah di top-up juga nggak apa-apa, lihat saja dulu. Karena aku kadang malas kalau menjelaskan panjang lebar terus masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Mending coba saja langsung,” ungkap dia lagi.

Bagi dia, investasi bukan hanya soal angka dan data, tapi juga cerita dan konteks. Dunia investasi ini pun sebenarnya ditemui setiap hari dalam kegiatan sehari-hari.

Investasi pun sebenarnya bisa menjadi salah satu cara milenial juga untuk mengatur keuangan dan menyisihkan pendapatan. Banyak milenial sekarang lebih mengandalkan gaji mereka saja, dan tunjangan-tunjangan dari kantor. Jadi uang mereka hanya berputar di situ-situ saja.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: republika.co.id

Terkini

Cara Mendaftarkan Akun Jualan di TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 20:29 WIB

Upik Isil Buka Warung Bakso Tak Tun Tuang di Padang

Minggu, 19 September 2021 | 06:37 WIB

Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB

Terjun Bebas! Harga Emas Antam Turun Rp14.000/Gram

Sabtu, 18 September 2021 | 08:55 WIB

Daftar Pinjol Legal 2021 yang Sudah Terdaftar OJK

Jumat, 17 September 2021 | 17:12 WIB

Waspada Modus Terbaru Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Jumat, 17 September 2021 | 16:37 WIB

Perdagangan Pagi Ini, Harga Minyak Relatif Stabil

Jumat, 17 September 2021 | 10:04 WIB
X