Dolar Singapura Bakal Lebih Mahal dari Dolar Australia, Kok Bisa?

- Kamis, 22 Juli 2021 | 14:49 WIB
Dolar Australia
Dolar Australia

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejak pertengahan April lalu, nilai tukar dolar Australia sedang dalam tren penurunan melawan rupiah. Hal yang sama juga terjadi pada dolar Singapura, tetapi pelemahan Mata Uang Negeri Merlion ini lebih terjaga. Alhasil, sedikit lagi kurs dolar Singapura akan lebih mahal ketimbang dolar Australia.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 13:17 WIB, dolar Australia melemah 0,2% melawan rupiah ke Rp 10.677,15/AU$. Di saat yang sama, dolar Singapura melemah 0,1% di Rp 10.649,68/SG$. Selisih kedua dolar ini kini kurang dari Rp 50.

Kali Terakhir Mata Uang Kanguru lebih murah ketimbang Mata Uang Negeri Merlion yakni pada November 2020 lalu.

Jika dilihat sejak pertengahan April lalu, dolar Australia sudah anjlok lebih dari 5,5%. Sementara dolar Singapura hanya 2,6%. Hal tersebut menyebabkan kurs keduanya kini berbeda tipis-tipis saja.

Mengutip CNBC Indonesia, penyebab utama kemerosotan dolar Australia adalah sikap dovish bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA).

Dovish artinya arah kebijakan RBA masih longgar, sementara lawannya adalah hawkish yakni pengetatan kebijakan moneter.

Perekonomian Australia sudah menunjukkan pemulihan yang cukup kuat pasca dihantam pandemi penyakit virus corona, sehingga pelaku pasar memperkirakan RBA akan mengetatkan kebijakan moneternya.

Bukannya mengetatkan kebijakan moneter, RBA justru memperpanjang program pembelian asetnya (quantitative easing/QE), meski nilainya dikurangi. QE bank sentral Australia saat ini senilai AU$ 5 miliar per pekan, dan berakhir pada bulan September nanti.

Tetapi dalam rapat kebijakan moneter bulan ini, RBA memutuskan memperpanjang QE dengan mengurangi nilai pembelian menjadi AU$ 4 miliar per pekan. RBA juga memutuskan mempertahankan suku bunga di rekor terendah 0,1%.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Laba PT BBCA Tembus Rp15 T

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:34 WIB

Kamis Pagi, Harga Emas Mulai Turun Tipis

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:25 WIB

Pasokan Mengetat, Harga Minyak Dunia Turun

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:00 WIB
X