Duh! Utang Pemerintah Tembus Rp 6.554,56 Triliun di Akhir Juni 2021

- Minggu, 25 Juli 2021 | 03:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah terus menarik utang demi pembiayaan di Indonesia. Bahkan, hingga Juni 2021, posisi utang pemerintah sebesar Rp 6.554,56 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat, angka utang tersebut 41,35 persen dari rasio utang pemerintah terhadap PDB .

"Posisi utang pemerintah per akhir Juni 2021 berada di angka Rp6.554,56 triliun," dikutip dari Buku APBN KiTa Juli 2021, Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Adapun komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp 842,76 triliun (12,86 persen) dan SBN sebesar Rp 5.711,79 triliun (87,14 persen).

Lebih rinci, utang melalui pinjaman tersebut berasal dari pinjaman dalam negeri Rp 12,52 triliun. Sedangkan utang luar negeri sebesar Rp 830,24 triliun.

Sementara itu, rincian utang dari SBN berasal dari pasar domestik sebesar Rp 4.430,87 triliun dan valas sebesar Rp 1.280,92 triliun.

Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Pembiayaan utang di tahun 2021 digunakan sebagai instrumen untuk mendukung kebijakan countercyclical yang dikelola secara prudent, fleksibel dan terukur, terutama untuk menangani Pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Strategi untuk memitigasi volatilitas pasar keuangan serta mengelola risiko agar utang tetap terjaga dalam batas aman disiapkan Pemerintah. Salah satunya dengan menjaga komposisi utang yang lebih banyak menggunakan suku bunga tetap (fixed rate) untuk menghindari risiko suku bunga.

Selain itu, porsi utang dalam valuta asing juga terus diturunkan dari 44,6 persen pada tahun 2015 menjadi 32,2 persen pada akhir Juni 2021. Sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri dan menggunakan pembiayaan luar negeri sebagai pelengkap untuk menghindari crowding out effect.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Liputan6.com

Terkini

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X