Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, PT Surya Inti Primakarya Ekspor 2.000 Ton Palm Acid Oil

- Selasa, 27 Juli 2021 | 23:05 WIB
 dengan total devisa ekspor sekitar Rp 23 miliar.
dengan total devisa ekspor sekitar Rp 23 miliar.

DUMAI, HARIANHALUAN.COM - Di tengah masa pandemi covid-19 dan PPKM Level 4 yang ditetapkan pemerintah, PT Surya Inti Primakarya tidak berhenti melakukan dukungan terhadap pemulihan ekonomi nasional dengan melakukan ekspor palm acid oil sebanyak 2.000 ton dari Pelabuhan Dumai ke China pada Selasa (27 Juli 2021).

“Kelapa sawit asal Riau memiliki kualitas yang baik serta potensi di pasar ekspor yang besar. PT Surya Inti Primakarya selaku Pusat Logistik Berikat di Dumai memberikan fasilitas untuk proses ekspornya,” ujar Direktur PTSurya Inti Primakarya, Van Ricardo.

Baca Juga: Sidak ke PT SDO Dumai, DPRD Riau Gesa Pembayaran Hak Korban Ledakan Tanki

Menurut Van, Komoditi Palm Acid Oil (PAO) yang di ekspor tersebut berjumlah 2.000 ton, dikemas dalam satu kapal pengangkut dan diekspor ke China dari Pusat Logistik Berikat yang berada di Pelabuhan Pelindo Dumai dengan total devisa ekspor sekitar Rp 23 miliar.

Perlu diketahui, Palm Acid Oil merupakan produk turunan kelapa sawit yang biasanya digunakan sebagai bahan bakar, pakan ternak, bahan pembuatan sabun, dan untuk produksi distilled fatty acid.

Baca Juga: Dari Tol Pekanbaru-Dumai, Pemkab Bengkalis Kebagian PAD Rp12 Miliar

PAO masuk dalam kategori minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hasil olahan yang telah dibuang sebagai limbah dan disaring kembali untuk diambil kandungan minyaknya yang tersisa.

“Ekspor ini dapat memberikan penerimaan bagi pemerintah daerah berupa penerimaan negara bukan pajak dan meningkatkan volume ekspor daerah," pungkas Van.(*)

Editor: Nova Anggraini

Terkini

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X