Harga Emas Berjangka Sedikit Menguat Didorong Melemahnya Dolar

- Rabu, 28 Juli 2021 | 07:11 WIB
Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)
Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), harga emas sedikit menguat mendekati level psikologis USD1.800. Harga emas berbalik menguat dari penurunan dua sesi sebelumnya, didorong oleh melemahnya dolar dan imbal hasil riil AS yang jatuh, namun kenaikan dibatasi kehati-hatian investor menjelang hasil pertemuan Federal Reserve.

Dilansir dari Okezone, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis USD0,6 atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD1.799,80 per ounce. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,3%, meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Juga, imbal hasil pada Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) bertenor 10 tahun - jenis sekuritas surat utang yang diterbitkan pemerintah AS - mencapai rekor terendah, diterjemahkan ke dalam berkurangnya peluang kerugian memegang emas.

Logam mulia telah bergerak terbatas dalam kisaran perdagangan yang ketat dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat melewati USD1.830, gagal memanfaatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lemah.

"Emas harus dilihat dari perspektif lintas aset dan bukan hanya dari obligasi, dan dengan pengembalian yang kuat di pasar ekuitas menghambat aliran modal ke emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

"Untuk menembus lebih tinggi, harus ada beberapa hal negatif dan itu sekarang hanya dimanifestasikan dalam imbal hasil obligasi," kata Melek, sambil menambahkan bahwa data ekonomi yang lebih lemah ke depan kemungkinan akan mendorong harga emas lebih tinggi lagi.

Investor sekarang mengawasi bagaimana Fed menyeimbangkan percepatan inflasi dengan meningkatnya ancaman ekonomi dari varian virus corona Delta, dalam pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai pada Selasa (27/7).

Lukman Otunuga, analis senior di FXTM, juga mengatakan dalam sebuah catatan bahwa emas bisa tetap terikat dalam kisaran sempit sampai pertemuan Fed.

“Bank sentral yang hawkish dapat memberikan pukulan berat pada emas dengan imbal hasil nol. Namun, pertemuan yang dipenuhi dengan dovish dapat meningkatkan daya tarik logam mulia, mungkin mengirim harganya lebih tinggi.”

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: okezonenews.com

Tags

Terkini

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X