Pelihara Sapi di Kebun Sawit, Petani Raih Untung Melimpah

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 02:50 WIB
Petani peternak menggembalakan sapi di kebun sawit. (Ist-Haluanrau.co)
Petani peternak menggembalakan sapi di kebun sawit. (Ist-Haluanrau.co)

PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM -Untung melimpah sukses diraup peternak sapi di masa pandemi Covid-19 ini. Mereka adalah puluhan petani yang tengah mengikuti program peremajaan sawit rakyat (PSR) binaan PT Perkebunan Nusantara V di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Baca Juga: Untuk Dapatkan Sinyal Internet, Kalangan Pelajar Ini Terpaksa Belajar di Pinggir Sungai

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Setyono mengatakan sedikitnya 20 ekor sapi milik para petani telah ludes terjual, termasuk untuk kebutuhan Idul Adha kemarin. Dari penjualan itu, para petani dari Kota Istana tersebut meraup omzet hingga Rp320 juta, dengan penjualan per ekor sapi mencapai Rp16 juta.

"Alhamdulillah, permintaan sapi di tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya meski situasi sedang sulit akibat pandemi. Ekonomi kami para petani yang mengikuti PSR juga cukup terbantu dengan peternakan ini," katanya, Rabu (4/8/2021).

Ia melanjutkan, sapi jenis bali tersebut baru memenuhi pangsa pasar kebutuhan ternak di pasar setempat. Padahal, menurut Setyono, sejatinya potensi pasar masih terbuka lebar, karena permintaan juga datang dari kabupaten sekitar.

Namun, karena program yang berasal dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PTPN V ini baru bergulir sejak awal Januari lalu, ia pun mengaku populasi sapi yang tersedia masih terbatas. Bahkan, untuk memenuhi permintaan dari masyarakat sekitar Siak, ia mengatakan masih harus mendatangkan hewan mamalia tersebut dari daerah lainnya.

"Untuk pangan sapi kami di sini mengandalkan lahan sawit. Dan ekonomi kami, termasuk binaan PTPN V terjaga sangat baik meski situasi pandemi belum menunjukkan gejala perbaikan," akunya.

Lebih jauh, Setyono mengatakan bahwa potensi bisnis ternak sapi diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang karena secara tidak langsung memberikan manfaat ganda bagi para petani sawit. Jelasnya, petani tidak perlu sibuk mencarikan pakan. Cukup melepaskan sapi-sapi mereka untuk memakan rumput di tengah perkebunan yang masih produktif. Feses dan urin yang dikeluarkan sapi akan menjadi pupuk alami bagi tanaman sawit.

"Kemudian, daging sapi yang diternak petani kita itu lebih padat. Karena dilepaskan, bergerak bebas, tidak hanya dikandangkan. Bobotnya itu mencapai 100 kilogram. Alhamdulillah ini akan menjadi bisnis menjanjikan selain usaha utama perkebunan sawit. Apalagi pasar masih terbuka luas," papar Setyono..

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

Cara Mendaftarkan Akun Jualan di TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 20:29 WIB

Upik Isil Buka Warung Bakso Tak Tun Tuang di Padang

Minggu, 19 September 2021 | 06:37 WIB

Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB

Terjun Bebas! Harga Emas Antam Turun Rp14.000/Gram

Sabtu, 18 September 2021 | 08:55 WIB

Daftar Pinjol Legal 2021 yang Sudah Terdaftar OJK

Jumat, 17 September 2021 | 17:12 WIB
X