Apa Itu Limfoma DLBCL? Kanker Langka yang Dialami oleh Ari Lasso

- Senin, 27 Desember 2021 | 18:40 WIB
Ari Lasso
Ari Lasso

 

HARIANHALUAN.COM - Kondisi sakit atau tidak fit tentunya tidak menyenangkan bagi siapapun. Sudah seharusnya kita memahami bahwa kesehatan itu mahal harganya. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami betapa mahal kesehatan bagi kehidupan. Seringkali manusia lupa bahwa ketika terjadi penurunan kesehatan, dapat mempengaruhi produktivitas dalam kesehariannya. Terlebih apabila penyakit yang dialami merupakan penyakit yang langka. Seperti yang baru-baru ini dialami oleh artis senior Indonesia, Ari Lasso.

Ari Lasso yang memiliki nama lengkap Ari Bernardus Lasso, dikabarkan tengah mengalami situasi yang cukup sulit dan mengkhawatirkan. Ari Lasso mengalami penyakit langka, yang tidak banyak orang pernah mengalaminya. Karena penyakit tersebut, Ari Lasso harus melakukan berbagai perawatan intensif, termasuk kemoterapi. Penyakit langka yang secara umum diketahui sebagai kanker tersebut memiliki nama Limfoma DLBCL. Lantas, apa sebenarnya Limfoma DLBCL itu?

Baca Juga: Penerimaan Pajak 2021 Lebihi Target, Jumlahnya Tembus 100,19 Persen

Limfoma DLBCL adalah bentuk kanker limfoma (kanker darah) non-Hodgkin dan dapat tumbuh dengan cepat, yang apabila tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian. Dalam tubuh kita, terdapat Sistem limfatik yang berfungsi melawan infeksi pada tubuh. Namun pada penderita limfoma DLBCL, terdapat gangguan pada fungsi proteksi tubuh terhadap infeksi. Organ-organ yang terkena limfoma seperti DLBCL yaitu sumsum tulang belakang, timus, limpa, dan kelenjar getah bening.

Dalam perkembangannya, Limfoma DLBCL melalui beberapa tahapan. Pada pengidap limfoma DLBCL tahap awal hanya satu wilayah tubuh yang terpengaruh, termasuk kelenjar getah bening, strukut getah bening, atau area ekstranodal. Kemudian dapat berkembang menjadi dua atau lebih daerah kelenjar getah bening, atau dua atau lebih struktur kelenjar getah bening terpengaruh. Pada tahap ini, area yang terdampak berada di sisi tubuh yang sama.

Pada tahap selanjutnya, daerah dan struktur getah bening yang terdampak berada di kedua sisi tubuh. Lalu pada tahap akhir, organ lain selain kelenjar getah bening dan struktur getah bening terdampak di seluruh tubuh. Organ-organ ini mungkin termasuk sumsum tulang, hati, atau paru-paru. Tahap ini yang memungkinkan limfoma DLBCL dapat menyebabkan kematian. Limfoma DLBCL dapat menyerang siapa saja. Ada beberapa gejala yang dapat muncul untuk mengidentifikasi dini serangan limfoma DLBCL.

Pada pasien dengan kasus limfoma DLBCL, kemungkinan mengalami beberapa gejala. Di antaranya seperti pembengkakan tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau selangkangan, yang disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening, sakit perut yang berasal dari usus, sehingga menyebabkan nyeri, diare, atau perdarahan, demam, berkeringat di malam hari, turunnya berat badan tanpa alasan, rasa gatal luar biasa pada area tubuh tertentu. Seorang pasien dengan limfoma DLBCL harus menjalani beberapa pengobatan untuk mencegah perkembangan dari limfoma tersebut.

Perawatan yang digunakan untuk DLBCL adalah kemoterapi, radiasi, atau imunoterapi. Dokter mungkin juga meresepkan kombinasi dari ketiga perawatan tersebut. Obat kemoterapi bekerja dengan memperlambat kemampuan sel kanker yang berkembang pesat.

Obat imunoterapi akan menargetkan kelompok sel kanker dengan antibodi untuk menghancurkannya. Selama perawatannya, limfoma DLBCL membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sehingga, pasien dengan limfoma DLBCL, harus selalu diberikan bimbingan secara psikologis dalam menghadapi serangkaian pengobatan.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Sinopsis Film Bullet Train yang Dibintangi Brad Pitt

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:07 WIB

Terjun ke Dunia Politik, Haji Faisal Tuai Kritik

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:58 WIB

Game Tower of Fantasy Resmi Meluncur Hari Ini

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB
X