Mengaku Dianiaya Desiree Tarigan dan Bams, ART Trauma dan Minta Perlindungan Komnas Perempuan

Administrator
- Kamis, 8 April 2021 | 22:41 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM  -  Asisten rumah tangga (ART) Desiree Tarigan bernama Irni mengaku dianiaya oleh Desiree Tarigan. Atas kejadian itu, Irni mendatangi Komnas Perempuan. Ia mengadu untuk meminta perlindungan atas penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya tersebut.

Laporan Irni diterima oleh Komnas Perempuan secara lisan. Namun Irni harus kembali lagi besok, untuk melanjutkan pertemuan tersebut.

"Ya alhamdulillah tadi setelah menunggu beberapa saat kami diterima di luar gedung karena ada SWAB. Kami diterima sama ibu Della, ini sama seperti kasus korban Brajamusti, kita sudah ada waktu ketemu besok jam 2 siang di sini membawa hasil SWAB, kita hormati ini," ujar kuasa hukum Irni, Vidi Galenso Syarief saat ditemui di Komnas Perempuan, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021), dikutip dari detikcom.

"Kami mengharapkan fungsi Komnas Perempuan melindungi hak asasi perempun scara psikologis dan utamanya bisa terpenuhi. Tadi juga ketemu staff dari Komnas Perempuan bidang pengawasan, bisa diyakinkan bahwa klien kami mendapatkan perlindungan yang memadai," kata Vidi Galenso Syarief.

Dalam kasus ini, Irni mengaku disekap oleh Desiree Tarigan selama dua hari. Setiap gerak geriknya pun diikuti oleh Desiree Tarigan dan anaknya, Bams.

Irni dituding memata-matai dirinya untuk memberikan informasi kepada pihak Hotma Sitompul. Bahkan hp nya sampai dirampas dan dikloning untuk mencara data yang dibutuhkan.

"Ya itu kami dalam membela klien mendesak untuk bisa bertemu dengan membuat pengaduan dan permohonan perlindungan kepada Komnas Perempuan. Karena dari pertemuan tadi saya lihat itu mengingatkan kembali traumanya yang dialami beberapa waktu ini semenjak bulan Februari itu," papar Vidi Galenso Syarief.

Irni pun sampai dibuat trauma. Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja dengan Desiree Tarigan setelah mengabdi selama 3 tahun 3 bulan.

"Masih ada trauma, masih ada takut. Jadi tambahan kita melihat ini orang kecil sudah mengabdi dengan tulus ikhlas, artinya waktunya lebih banyak dengan keluarga yang terpandang. Kelasnya di atas semua rata-rata, tapi dapat perlakuan seperti ini," imbuh Vidi Galenso Syarief.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X