September, Ada Angin Segar Kegiatan Ekonomi Dibuka Perlahan

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 05:20 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan

HARIANHALUAN.COM- Ada potensi mulai dibukanya kegiatan ekonomi pada September mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.


Luhut menjelaskan pembukaan kembali kegiatan ekonomi sangat bergantung pada penerapan protokol kesehatan serta vaksinasi.

"Vaksinasi bulan ini kita berharap 60-70 juta (penyuntikan) kita bisa lakukan Agustus, kita harap juga September demikian. Dengan kita mengendalikan pandemi, pembukaan aktivitas ekonomi akan bergantung pada pencapaian vaksinasi, dan implementasi 3T dan 3M," kata dia dalam konferensi pers virtual mengenai Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin (3/8) malam.

Luhut menuturkan, Agustus ini menjadi momen penting untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Sejalan dengan terus menerapkan protokol kesehatan, ia berharap, kegiatan ekonomi bisa mulai dibuka secara bertahap pada September mendatang.

"Kita berharap, dan bergantung pada (pekerjaan) mingguan, mungkin secara bertahap mungkin ada juga nanti yang akan kita buka," ujarnya.

Luhut juga memastikan suplai vaksin cukup guna mencapai target yang sudah ditetapkan. "Kami berharap kerja sama dari kita semua dan juga untuk semua masyarakat memiliki kesadaran untuk berperan penuh dalam menjaga protokol kesehatan agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini. tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah, seluruh bangsa harus terlibat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Indonesia akan kedatangan sekitar 70 juta dosis vaksin COVID-19 pada Agustus-September. Dengan demikian total vaksin yang akan diterima Indonesia hingga September mendatang mencapai 331 juta dosis.

"Ini hampir 4 kali lipat dari apa yang kita peroleh bulan Januari-Juni," kata dia.

Menkes menjelaskan vaksinasi akan difokuskan di daerah dengan kasus paling banyak dan tingkat kematian paling tinggi, yakni di Jawa-Bali, khususnya 7 wilayah aglomerasi di wilayah tersebut. Fokus vaksinasi dilakukan di wilayah tersebut untuk bisa menekan penularan dan kematian.

Halaman:

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Sumber: republika.co.id

Terkini

Jess Amalia Pakai Jersey Persija Sebagai Bukti Dukungan?

Jumat, 24 September 2021 | 23:45 WIB

Sejak Hari Ini, Bioskop di Kota Batam Sudah Buka Kembali

Kamis, 23 September 2021 | 23:42 WIB

Pokemon Unite: Game MOBA Pertama dengan Karakter Pokemon

Kamis, 23 September 2021 | 21:01 WIB

Kenapa Oki Setiana Dewi Berharap Doa?

Kamis, 23 September 2021 | 14:26 WIB

Pokemon Unite Sudah Bisa Diunduh di Android dan iOS

Kamis, 23 September 2021 | 11:57 WIB

Tukul Dilarikan ke Rumah Sakit, Ega: Mohon Doanya

Kamis, 23 September 2021 | 09:42 WIB
X