Israel Bongkar Kedekatan dengan AS, Telah Nikmati Hubungan Ekonomi dan Militer

- Minggu, 12 September 2021 | 10:44 WIB
Ilustrasi bendera AS dan Israel/brookings.edu
Ilustrasi bendera AS dan Israel/brookings.edu

HARIANHALUAN.COM - Amerika Serikat (AS) telah menjadi sekutu kuat Israel selama bertahun-tahun. Negara Yahudi itu telah menikmati hubungan militer dan ekonomi yang erat dengan AS, memainkan peran penting dalam mempromosikan hubungan positif antara Israel dan tetangga Arabnya, termasuk Yordania, Lebanon, dan Mesir, serta beberapa negara lain dalam Kesepakatan Abraham.

Baca Juga: Penggunaan Ponsel di Lapas Marak, Begini Jawaban Ditjen Pas

AS juga sering berpihak kepada Israel terkait program nuklir dan tuduhan pengembangan senjata nuklir Iran.

Kebijakan luar negeri AS secara keseluruhan di Timur Tengah terkait erat dengan negara Yahudi itu. Kongres Amerika Serikat bersikeras untuk mempertahankan hubungan yang dekat dan mendukung dengan Israel.

Mantan presiden AS Donald Trump bertindak sebagai teman bagi negara Timur Tengah selama masa jabatannya di Gedung Putih.

Dalam kepemimpinan Trump, AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, membuka konsulat di sana pada peringatan 70 tahun kemerdekaan Israel. Pemerintahan Trump juga menjadi negara pertama yang mengakui otoritas Tel Aviv atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkan oleh keputusan ini, pemerintahan Biden melanjutkan hubungan bilateral saat ini. Namun, selama eskalasi konflik antara Israel dan Hamas bulan Mei, beberapa kritikus menyarankan agar respons Gedung Putih terhadap konflik yang berkobar diredam.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyampaikan pesan dukungan kepada AS pada peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September. Lapid mengatakan serangan terhadap Amerika adalah "serangan terhadap kami."

"Serangan teror mengerikan dan mematikan yang terjadi pada 11 September 2001, mengubah dunia," kata Lapid dilansir dari sindonews.com, Minggu (12/9/2021).

"Saat kita menandai 20 tahun sejak hari yang mengerikan itu, saya ingin mengirim pesan kepada orang-orang Amerika Serikat dan mereka yang berusaha menyakiti mereka. Serangan terhadap Amerika, adalah serangan terhadap kami. Amerika adalah teman dan sekutu terbesar kami. Serangan terhadap teman-teman kami adalah serangan terhadap kami," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik. (*)

 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X