Jepang Peringati Warganya di Indonesia, Apa yang Terjadi?

Milna Miana
- Minggu, 19 September 2021 | 08:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JEPANG, HARIANHALUAN.COM - Jepang tengah heboh dan memberikan peringatan ke warganya di Indonesia. Alasannya, ada serangan teroris yang membuat Negeri Sakura itu sehingga pemerintah setempat masyarakat meminta waspada.

Peringatan itu muncul Senin ini dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Selain Indonesia, warning juga berlaku ke warga di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Myanmar.

Baca Juga: Perdana! 6 Lulusan Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi BLK Padang Berangkat ke Jepang

"Ada risiko yang meningkat dari bom bunuh diri," tulis Kementerian Luar Negeri Jepang sebagaimana dikutip Associated Press (AP).

Dalam himbauan itu, Jepang juga mendesak warganya untuk memperhatikan informasi lokal dan berhati-hati "untuk saat ini".

Baca Juga: Jepang PMA ke-3 Terbesar di Indonesia, Peningkatan Kerja Sama sebagai Mitra Strategis Terus Berlanjut

Sayangnya info itu tidak memberikan kerangka waktu tertentu atau detail lainnya.

Sejumlah Kedutaan Jepang di beberapa negara juga mengeluarkan dal serupa dan mengonfirmasi. Di Malaysia, Kedutaan Jepang juga memosting peringatan ini dalam laman resminya.

"Ada informasi bahwa kemungkinan serangan bom bunuh diri akan meningkat di tempat-tempat yang banyak orang berkumpul, seperti tempat ibadah," bunyi pengumuman yang di-posting di website dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (19/9/2021).

"Kami meminta semua warga Jepang untuk tetap waspada terhadap serangan teroris."

Hal sama juga dilakukan Kedutaan Jepang di Filipina juga mengiyakan. Hal ini dilaporkan wartawan CNN Filipina dan diunggah di Twitternya.

"Kedutaan Jepang di Manila mengonfirmasi bahwa pemerintah Jepang telah menerima informasi kemungkinan serangan teror di enam negara termasuk Filipina," tulis Tristan Nodalo di akun Twitternya.

Di Singapura, meski tak ada respons langsung kedutaan, hal ini mendapat respons dari Negeri Singa. Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) mengatakan tidak melihat hal spesifik terkait ancaman teror yang 'diramal' terjadi di negeri itu.

ISD juga mengatakan telah menghubungi Jepang terkait ini. "Mereka juga tak memiliki data intelijen spesifik," kata lembaga itu dikutip dari Strait Times.

Meski demikian, badan itu mendesak semua warga Singapura untuk tetap waspada. Termasuk menghubungi hotline kontra terorisme jika melihat aktivitas mencurigakan.

Di Indonesia, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengaku belum mengeluarkan peringatan. Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah juga mengatakan hal serupa.

"Sudah dikonfirmasikan dengan Kedubes Jepang di Jakarta dan dijelaskan bahwa Kedubes Jepang tidak mengeluarkan warning seperti itu," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Tidak diketahui jelas apakah penyebab peringatan ini. Namun dalam pernyataan ke CNN Indonesia, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengaku telah meningkatkan upaya pelacakan dan pencegahan terhadap ancaman teror usai warning Jepang itu. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X