Gawat! Dua Minggu Terakhir, Ukuran Lubang Ozon Lebih Besar dari Antartika

Milna Miana
- Selasa, 21 September 2021 | 06:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Antariksa Eropa (ESA) melaporkan lubang ozon di atas kutub Selatan semakin melebar selama dua Minggu terakhir ini.

Dilansir dari hitekno.com melalui Suara.com, Selasa (21/9/2021), ESA mengamati jika lubang ozon tersebut telah berukuran lebih besar dari Antartika. Diketahui, jika lapisan ozon berfungsi guna melindungi planet dari radiasi ultaviolet matahari.

Baca Juga: Menganga di Atas Kutub Utara, Ilmuwan Temukan Lubang Ozon Baru

Meskipun ada kemajuan menutup kerusakan ozon tersebut, lubang tersebut terus muncul kembali di Kutub Selatan setiap tahun. Kondisi lubang ozon saat ini, merupakan lubang ozon yang terbesar sepanjang beberapa tahun terakhir.

Satelit ESA Copernicus Sentinel-5P memperlihatkan lubang melebar lebih dari dua minggu terakhir.

Sekarang, lebih besar dari 75 persen lubang ozon sejak 1979.

Pada 1980-an, Pemerintah di seluruh dunia setuju menghapus bahan kimia buatan manusia, termasuk aerosol, yang merusak ozon.

"Beberapa zat perusak ozon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia tetap berada di tratosfer selama beberapa dekade. Dengan kata lain, pemulihan lapisan ozon adalah proses yang sangat lambat dan panjang," tulis ESA.

Para ilmuwan memprediksi lubang ozon di Kutub Selatan bisa menutup sekitar 2050. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Masjid Agung Cordoba Alami Masalah 'Kritis'

Selasa, 7 Desember 2021 | 01:41 WIB

Gunung Fuji di Jepang Dikabarkan Akan Meletus

Minggu, 5 Desember 2021 | 05:05 WIB

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB
X