Afghanistan Larang Perempuan Sekolah, PM Pakistan: Tidak Islami

- Rabu, 22 September 2021 | 10:05 WIB
PM Pakistan Amir Khan (Foto: Reuters)
PM Pakistan Amir Khan (Foto: Reuters)


PAKISTAN, HARIANHALUAN.COM - Afghanistan tidak membolehkan perempuan mengakses pendidikan. Hal ini ditanggapi oleh Perdana Menteri (OM) Pakistan Imran Khan yang menyebut gagasan negara tetangganya tersebut adalah tidak Islami.

"Pernyataan yang mereka buat sejak mereka berkuasa sangat menggembirakan. Saya pikir mereka akan mengizinkan perempuan untuk pergi ke sekolah," katanya kepada wartawan BBC John Simpson.

"Gagasan bahwa perempuan tidak boleh dididik sama sekali tidak Islami. Itu tidak ada hubungannya dengan agama,” ujarnya, dilansir dari Okezone, Rabu (22/9/2021).

Pekan lalu, Taliban mengeluarkan anak perempuan dari sekolah menengah dengan hanya mengizinkan anak laki-laki dan guru laki-laki yang pergi ke sekolah. Namun pemimpin Pakistan mengatakan dia yakin gadis-gadis akan segera dapat hadir.

Melalui wawancara ini, Khan menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi Pakistan untuk secara resmi mengakui pemerintahan baru Taliban.

Dia menyerukan kepemimpinan untuk menjadi inklusif dan menghormati hak asasi manusia.

Khan juga mengatakan Afghanistan tidak boleh digunakan untuk menampung teroris yang dapat mengancam keamanan Pakistan.

Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada bulan Agustus, ketakutan telah tumbuh atas kembalinya rezim tahun 1990-an ketika kelompok Islam garis keras sangat membatasi hak-hak perempuan.

Kepemimpinannya menyatakan bahwa hak-hak perempuan akan dihormati "dalam kerangka hukum Islam".

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terpopuler

X