Aturan Baru Taliban, Pria Afghanistan Dilarang Potong Jenggot

Milna Miana
- Senin, 27 September 2021 | 12:25 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Taliban menerbitkan aturan baru di Afghanistan tentang larangan memotong jenggot. Khusus para tukang cukur tidak diperbolehkan "memotong" jenggot bagi pria-pria di negeri itu, tepatnya di Provinsi Helmand.

Hal ini terungkap dari pengumuman resmi Departemen Kebajikan. Bukan hanya mencukur jenggot, musik juga dilarang diperdengarkan termasuk pergi ke pemandian umum.

Baca Juga: Ngeri! Taliban Gantung Mayat Laki-laki di Pusat Kota

"Mulai hari ini, mencukur jenggot dan bermain musik di tempat pangkas rambut dan pemandian umum sangat dilarang," tegas otoritas setempat dikutip dari CNN Internasional melalui CNBC Indonesia, Senin (27/9/2021).

Bagi pelanggar, mereka akan dikenai hukum berdasar prinsip Syariah. Otoritas menegaskan tak ada kata "mengeluh" pada aturan ini menunjuk ke warga.

Baca Juga: Janji Taliban Kepada Dunia, Tidak Akan Beri Ruang pada Kelompok Al Qaeda dan ISIS!

Sementara itu, Taliban mengatakan aturan yang mereka terapkan lebih ringan dari ketika kelompok itu berkuasa di tahun 1990-an. Namun laporan menyebutkan sejumlah kekerasan telah terjadi sejak perebutan kekuasaan 15 Agustus.

Terbaru, Taliban dilaporkan menggantung mayat warga di depan umum. Ini terjadi di kota Herat, Afghanistan bagian barat.

Laporan Reuters menyebut, pihak berwenang membunuh empat orang warga yang diduga melakukan penculikan dan menggantung tubuh mereka agar mencegah orang lain melakukan hal serupa. Mereka terbunuh dalam baku tembak dengan aparat.

"Orang-orang itu menculik seorang pengusaha lokal dan putranya dan bermaksud membawa mereka ke luar kota, ketika mereka terlihat oleh patroli yang mendirikan pos-pos pemeriksaan di sekitar kota," kata Wakil Gubernur Herat, Sher Ahmad Ammar.

"Jenazah mereka dibawa ke alun-alun dan digantung di kota sebagai pelajaran bagi para penculik lainnya."

Sementara itu anak perempuan dan perempuan Afghanistan juga belum bisa melanjutkan pendidikan. Ini berbeda dengan janji kelompok itu sebelumnya.

Hanya anak laki-laki yang sudah dipanggil kembali untuk bersekolah. Pekerja perempuan juga dikeluarkan dari sistem. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X