Presiden Prancis Emmanuel Macron Dilempar Telur Saat Hadiri Pameran Makanan

Rahma Nurjana
- Selasa, 28 September 2021 | 06:54 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dilempar telur (Foto: Twitter)
Presiden Prancis Emmanuel Macron dilempar telur (Foto: Twitter)

LYON,HARIANHALUAN.COM - Kejadian tahun 2017 kembali dialami Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia kembali terkena lemparan telur saat menghadiri acara makan di Lyon, pada Senin (27/9).

Namun Macron menjadi sasaran lemparan telur pada 2017 tersebut, ketika dia menjadi calon presiden. Telur pecah di kepalanya dalam insiden itu.

Seorang jurnalis untuk publikasi Prancis Lyon Mag, mengatakan kepada CNN tentang insiden Macron dilempari telur saat menghadiri pameran makanan.“Telur itu memantul dari bahu Macron dan pecah di lantai tepat di depan saya," terang Florence Lago, dikutip dari Okezone (28/9/2021).

Lyon Mag membagikan video insiden di pameran makanan dan perhotelan SIRHA di akun Twitter-nya. Klip itu menunjukkan telur memantul dari bahu Macron sebelum kamera menyorot ke pejabat yang menahan seorang pria di antara kerumunan.

Motivasi di balik insiden itu masih belum jelas. Lago mengatakan dia melihat seorang pria muda melempar telur tetapi dia tidak mendengarnya meneriakkan apa pun. Dia mengatakan petugas keamanan segera mengawal pria itu dari tempat itu.

Seorang juru bicara Istana Elysée, yang bersama Macron pada saat itu, mengatakan kepada CNN bahwa insiden itu dibesar-besarkan.

"Presiden berjalan-jalan selama dua jam, dia disambut dengan hangat dan semuanya tenang. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu karena itu tidak mengganggu jalannya," kata juru bicara itu.

"Saya di sebelah Presiden, saya dapat memberitahu Anda tidak ada cerita apapun,” lanjutnya.

Pada Juni tahun ini, dia ditampar wajahnya oleh seorang pria di tengah kerumunan saat dia berbicara kepada publik selama kunjungan ke Prancis tenggara. Pihak keamanan Macron dengan cepat turun tangan, menangani pria itu sambil menarik Presiden menjauh dari penghalang kerumunan.

Menyusul pemilihan presiden Prancis kurang dari setahun lagi, Macron melakukan serangan pesona dengan para pemilih. Pada Juni lalu, partainya tampil buruk dalam pemilihan daerah, yang diawasi ketat menjelang pemilihan presiden April mendatang. Namun, mengingat tingkat partisipasi pemilih yang rendah, para pakar politik mengatakan sulit untuk menarik kesimpulan.

 

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X