Kelaparan Melanda, Ekonomi Afghanistan Makin Kacau Sejak Taliban Berkuasa

Rahma Nurjana
- Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:55 WIB
Potret pasukan Taliban di pinggiran Kabul, Afghanistan (8/10/2021). (Foto: REUTERS)
Potret pasukan Taliban di pinggiran Kabul, Afghanistan (8/10/2021). (Foto: REUTERS)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Swedia dan Pakistan baru-baru ini menyebut krisis ekonomi di Afghanistan telah mengarah menuju bencana kemanusiaan.

Sejak Taliban berkuasa, situasi ekonomi negara itu semakin kacau. Banyak bantuan dan pendanaan yang seharusnya mengalir ke Afghanistan dihentikan. Hal tersebut menghadirkan ancaman kolaps.

Bahkan Menteri Pembangunan Swedia Per Olsson Fridh dalam sebuah wawancara dengan Reuters mengatakan, kejatuhan ekonomi itu semakin nyata.

"Negara ini berada di ambang kehancuran dan keruntuhan itu datang lebih cepat dari yang kita duga," katanya dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (24/10/2021).

Ia mengatakan, kondisi tersebut akan menjadi ladang bagi kelompok teroris baru di Negara Asia Tengah itu. Meski begitu, Swedia memutuskan akan tetap menyalurkan bantuan langsung tanpa adanya singgungan dengan Taliban.

Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry menyerukan dunia agar membebaskan aset-aset Kabul yang berada di luar negeri. Ini agar Afghanistan tidak jatuh dalam krisis ekonomi yang dalam.

"Apakah kita akan mendorong Afghanistan ke dalam kekacauan atau kita akan mencoba dan menstabilkan negara?," ujarnya.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan sinyal PDB negara itu bisa terkontraksi hingga 30%. IMF menyebutkan hal tersebut merupakan dampak pembekuan aliran bantuan dan dana ke negara itu yang ditetapkan oleh negara-negara Barat.

Selain IMF, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan saat ini 18 juta orang di negara Asia Tengah itu sedang terancam oleh kelaparan hebat. Sebab, saat ini bank mulai kehabisan uang, pegawai negeri belum dibayar, dan harga pangan melonjak drastis.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Indonesia Tambah 1.000 Personel Penjaga Perdamaian

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:45 WIB

Pembakaran Masjid di Siprus Dapat Kecaman dari Turki

Selasa, 7 Desember 2021 | 06:00 WIB

Masjid Agung Cordoba Alami Masalah 'Kritis'

Selasa, 7 Desember 2021 | 01:41 WIB

Gunung Fuji di Jepang Dikabarkan Akan Meletus

Minggu, 5 Desember 2021 | 05:05 WIB
X