Covid-19 di China Meledak Lagi, Beberapa Wilayah Terpaksa Lockdown

Rahma Nurjana
- Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:07 WIB
China kembali kalang kabut karena Covid-19. (Foto: AP)
China kembali kalang kabut karena Covid-19. (Foto: AP)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - China telah menemukan hampir 200 kasus Covid-19 lokal hanya dalam seminggu terakhir. Hal ini membuat Negeri Tirai Bambu itu 'kalang kabut' karena Covid-19 di tengah krisis energi yang masih melanda.

Kasus pertama dideteksi pada 17 Oktober 2021. Kasus ditemukan pada pasangan manula yang ikut dalam kelompok wisata di negeri itu. Mereka memulai perjalanan dari Shanghai lalu ke kota Xi'an di Provinsi Gansu dan ke Mongolia Dalam. Puluhan kasus pun ditemukan terkait perjalanan itu dan melibatkan 12 grup wisata.

Mulanya, pemerintah menyebut ada lima wilayah di lima provinsi yang terinfeksi. Tapi dalam pernyataan terbaru Minggu (24/20/2021), ada 11 provinsi yang kemasukan Covid-19.

Mengutip Reuters, pejabat kesehatan pemerintahan Xi Jinping, mengatakan wabah Covid-19 terbaru karena Covid-19 varian Delta. Ini kemungkinan akan semakin menyebar lebih jauh.

"Ada peningkatan risiko bahwa wabah mungkin menyebar lebih jauh karena faktor musiman.," kata Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng, berbicara ke wartawan, dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (28/10/2021).

"Urutannya menunjukkan ini (varian Delta) berbeda dari sumber sebelumnya dan kasus baru berasal dari sumber baru di luar negeri," tambah wakil direktur komisi itu, Wu Liangyou.

Sejak akhir pekan kemarin, pemerintah daerah di mana kasus terdeteksi sudah melakukan pembatalan penerbangan. Pemerintah setempat juga dikabarkan menutup lokasi wisata, sekolah dan tempat hiburan di daerah yang terkena dampak.

Dalam update terbarunya beberapa wilayah di Mongolia Dalam juga di lockdown. Dua kabupaten ditutup yakni kabupaten Alxa Lef Banner, memiliki 180 ribu warga, dan kabupaten Ejin, 35.700 penduduk.

Mongolia Dalam adalah provinsi yang kaya batu bara. Penutupan di wilayah itu diyakini akan mempengaruhi pasokan komoditas itu, di tengah krisis energi yang melanda China.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Ngeri! Covid Eropa Melonjak, WHO Beri Warning

Rabu, 24 November 2021 | 08:09 WIB

WHO Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Senin, 22 November 2021 | 17:05 WIB
X