68 Napi Tewas Dalam Baku Tembak Antar-Geng Kartel Narkoba di Penjara

Heldi Satria
- Minggu, 14 November 2021 | 21:15 WIB
Antar-geng narkoba perang di penjara  ((foto: hcabarbieri.it))
Antar-geng narkoba perang di penjara ((foto: hcabarbieri.it))


HARIANHALUAN.COM - Perang antar-geng terjadi di penjara terbesar di Ekuador, dalam perang tersebut para anggota geng disenjatai dengan senjata api hingga bahan peledak selama delapan jam. Dalam peristiwa ini, sedikitnya 68 narapidana tewas dan melukai 25 tahanan, pada Sabtu 13 November 2021.

Pihak berwenang mengatakan, membutuhkan waktu hampir seharian untuk mengendalikan situasi di Lembaga Pemasyarakatan Litoral. Para pejabat mengatakan, pertempuran terbaru di antara geng-geng penjara yang terkait dengan kartel narkoba Internasional.

Baca Juga: Kartu Sembako Hingga Bansos Masih Cair Hingga Desember

Video yang beredar di media sosial menunjukkan tubuh, beberapa dibakar, tergeletak di tanah di dalam penjara. Para pejabat mengatakan aksi penembakan berlangsung sekitar delapan jam. Lalu bentrokan baru dilaporkan terjadi di sebagian penjara pada sore hari. Komandan polisi Jenderal Tanya Varela mengatakan, pada pagi hari bahwa drone yang diterbangkan di atas kekacauan mengungkapkan bahwa narapidana di tiga paviliun dipersenjatai dengan senjata dan bahan peledak.

Pihak berwenang mengatakan, bahwa senjata dan amunisi diselundupkan ke tahanan melalui kendaraan yang mengirimkan pasokan dan terkadang dengan drone.

Kekerasan penjara terjadi di tengah keadaan darurat nasional yang ditetapkan oleh Presiden Guillermo Lasso pada Oktober yang memberdayakan pasukan keamanan untuk memerangi perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya. Beberapa menyerukan militer Ekuador untuk mengambil alih penjara.

“Apa yang Lasso tunggu? Masih ada lagi yang meninggal? Kasihan, di mana hak asasi manusia. Kami pikir ini akan berubah, tapi ternyata lebih buruk,” terang Maritza Vera, ibu yang memiliki anak yang ditahan di sana.

Ekuador memiliki sekitar 40.000 narapidana di sistem penjaranya, yang jauh di atas kapasitas 30.000 orang. Dari jumlah tersebut, 15.000 belum dihukum. Vera mengatakan, situasi tersebut membuat keluarga narapidana putus asa. “Saya merasa sedih dan sedih karena terlalu banyak kematian,” pungkasnya. (*)



Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X