AS Kalah, Ini Negara Terkaya di Dunia

Nova Anggraini
- Kamis, 18 November 2021 | 01:05 WIB
China-AS, ilust.
China-AS, ilust.

BEIJING, HARIANHALUAN.COM - China secara resmi melampaui Amerika Serikat (AS) untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2020-an. Data itu berdasarkan proyeksi para ekonom Barat, Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan bank investasi global utama.

PDB China diperkirakan mencapai USD15,6 triliun pada 2021, dibandingkan dengan USD23,2 triliun untuk AS. Selisih kecil itu diprediksi dapat dilampaui hanya dalam waktu kurang dari dua tahun. Adapun untuk kekayaan bersih, China sudah melampaui AS saat ini.

China telah melampaui Amerika Serikat untuk menjadi negara terkaya tunggal di dunia dalam hal total kekayaan bersih,” papar kesimpulan McKinsey & Company, perusahaan konsultan manajemen global.

Dalam laporan yang dirilis Senin (15/11/2021), McKinsey menghitung China menyumbang hampir sepertiga dari total pertumbuhan global selama dua puluh tahun terakhir, meningkat lebih dari USD110 triliun dari titik awal tahun 2000 yang hanya USD7 triliun.

Laporan tersebut, yang mengukur kekayaan bersih yang dikumpulkan sepuluh negara yang menyumbang lebih dari 60% dari PDB global, menghitung AS membukukan keuntungan bersih yang lebih kecil, tetapi juga mengesankan yakni USD45 triliun, dua kali lipat dari angka yang diposting pada 2000.

Di kedua negara, lebih dari 2/3 kekayaan dikatakan terkonsentrasi di antara sepuluh persen rumah tangga teratas.

Sesuai metodologi laporan, sekitar 68% dari kekayaan bersih didasarkan pada real estat saat harga yang melonjak secara substansial di sebagian besar dunia selama dua puluh tahun terakhir.

Oleh karena itu, perhitungan tersebut berpotensi dipertanyakan di tengah harga rumah yang tidak terkendali di banyak kota AS, dan peringatan suram yang keluar dari China bahwa raksasa konstruksi Evergrande berada di ambang kehancuran, dan dapat membawa serta ekonomi dunia jika meledak dengan beban utang USD305 miliar.

Laporan tersebut juga menemukan Jepang yang merupakan kekuatan ekonomi tahun 1980-an yang pernah diprediksi akan menaklukkan dunia, secara ekonomi, turun dalam porsi kue kekayaan bersih global, dari 31% pada tahun 2000 menjadi 11% saat ini.

McKinsey & Company menekankan dalam laporannya bahwa hubungan tradisional yang diharapkan dapat diamati antara “kekayaan bersih” dan produk domestik bruto (PDB), yang mengukur nilai moneter barang dan jasa akhir, tidak lagi berlaku, dengan pertumbuhan PDB melambat menjadi satu digit di banyak negara, kecuali China, atau bahkan mundur, karena “kekayaan bersih” terus tumbuh.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

Alamak... China Dihajar Resesi Seks, Kok Bisa?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X