PT Bukit Asam Diversifikasi Bisnis Pembangkit Listrik

- Kamis, 22 Januari 2015 | 19:20 WIB

Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan PTBA, menye­butkan, PLTU berkapasitas 2x110 MW di Banjarsari telah siap beroperasi Februari nanti. PTBA juga sedang menyele­saikan sumber finansial pem­ba­ngunan PLTU berkapasitas sebesar 2x620 MW di Bangko Tengah, Sumatra Selatan.

Selain di dalam negeri, PTBA akan menembus pasar luar negeri. Perusahaan ini berniat membangun pem­bang­kit listrik di Myanmar dan Vietnam.

Analis Danareksa Seku­ritas Stefanus Darmagiri dalam riset 19 Januari 2015 menilai, beroperasinya pembangkit listrik Banjarsari bisa mem­berikan tambahan keuntungan bagi PTBA. Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menambahkan, bisnis ini akan berdampak positif terha­dap penjualan batubara PTBA.

Sementara David Sutyanto, Kepala Riset First Asia Ca­pital melihat, PTBA bisa mem­peroleh margin dobel. Pertama, PTBA untung dari penjualan batubara ke pem­bangkit listrik. Kedua, pem­bangkit listrik bisa meraih untung dari pihak ketiga.

Meski begitu, pembangkit listrik membutuhkan modal besar. David memperkirakan, investasi 1 MW membutuhkan minimal US$ 2 juta. “Tapi pembangkit listrik ini bisa memberi pendapatan berulang bagi PTBA,” ujarnya.

Meredam efek batubara

Dengan memiliki pem­bangkit listrik David menilai, kinerja PTBA tak akan ter­pukul fluktuasi harga batubara. Apalagi, harga batubara masih akan melemah hingga tahun depan seiring jatuhnya harga minyak dunia.

Jalan keluarnya, PTBA melakukan diversifikasi ke bisnis lain dari kelapa sawit hingga rumah sakit. David bilang, PTBA seperti kelebihan uang. Lihat saja, pada kuartal III-2014, kas dan setara kas PTBA sebesar Rp 4,43 triliun.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB
X