Investasi Bodong Muncul Lagi

Administrator
- Minggu, 1 Februari 2015 | 19:12 WIB

“Alasan arisan investasi ini bodong, sebab ZA bilang sejak 7 Januari 2015, modal dan profit tidak kunjung dinikmati kem­bali sebagaimana perjanjian awal,” jelas dia.

Ia menambahkan, modus arisan ini seperti multilevel marketing karena Safnida Fitri mempunyai induk tim dengan ada kaki ke bawah. Kata dia, contoh iming-iming bayar Rp2,5 juta, di akhir Desember 2014, nanti Maret menjadi Rp30 juta.

“Beberapa korban penipuan Al berasal dari Kalimatan Ti­mur tertipu Rp12 juta, VRN dari Jakarta Rp35 juta, LDY dari Lampung Rp11 juta dan FN dari Bangka Belitung Rp5 juta dan lainnya,” ucap dia.

Sementara itu, AL asal Lam­pung korban penipuan lainna menjelaskan bahwa yang mem­buat anggota investasi arisan curiga ini ada penipuan, ketika bertanya kejelasan modal dan profit yang tidak kunjung ada, para tim induk marah dan mengancam mengeluarkan ang­go­ta dari grup. “Kalau dikeluar­kan dari grup, kami nggak dapat info apa-apa dong,” terang dia.

Sementara itu, Financial Planner atau ahli keuangan meng­imbau masyarakat untuk hati-hati penawaran imbal hasil inves­tasi tak logis. Financial planner Andoko mengatakan, imbal hasil tinggi mencerminkan ketidak­layakan investasi tersebut. “Bia­sa­nya member get member dan imbal hasil investasi di luar kewajaran,” ujar Andoko.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui lembaga inves­tasi itu dan rencana investasi. Sebab, tutur dia, tanpa menge­tahui lembaga penawar investasi berakibat risiko, tentunya risiko merupakan hal yang harus masya­rakat hindari. “Investasi bodong, lembaganya tidak terdaftar di regulator,” imbuh dia. (h/inl)

Editor: Administrator

Terkini

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X