Merger Bank BUMN Disiapkan

- Jumat, 20 Februari 2015 | 19:28 WIB

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan, untuk bisa bersaing di era global dalam menghadapi era MEA, ada 2 kemungkinannya. Pertama, persaingan di pasar dalam negeri kita sendiri, dan kedua persaingan di negara tetangga.

“Nah, terutama untuk di pasar dalam negeri, kita harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Khusus untuk perbankan syariah, pesaing utama yang terkuat tentunya datang dari Malaysia. Kita tau mereka sudah lebih maju dalam perbankan syariah,” ujarnya baru-baru ini.

Oleh sebab itu, kata Nelson, sebelum mereka hadir di Indonesia melalui Qualified ASEAN Bank (QAB) dalam rangka ASEAN Banking Integration Frame work (ABIF), Indonesia perlu punya bank syariah yang punya kemampuan permodalan yang kuat dengan kualitas pengelolaan yang sehat. “Tentunya sudah lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Saat ini, Nelson menambahkan, pihaknya tinggal menunggu para Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) untuk kepastian sikap atas rencana merger ini.

“Mengenai kapan perbankan mau diajak bicara, sangat tergantung pada kepastian sikap dari PSPT. Kalau sudah mantap dengan rencana tersebut, pasti pihak-pihak terkait akan segera diajak bicara,” pungkasnya. (h/dtf)

Editor: Administrator

Terkini

Ngeri, 14 Orang Tewas Efek Tersambar Petir di Pakistan

Minggu, 12 September 2021 | 21:50 WIB

Bikin Merinding, Ular Kobra 'Teror' Pemotor di India

Sabtu, 11 September 2021 | 10:02 WIB

Unik! Korea Utara Hanya Boleh Ada 15 Model Rambut Ini

Rabu, 8 September 2021 | 20:55 WIB
X