Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:30 WIB

Karenanya, sambung dia, DJSN akan mendukung usulan BPJS Kesehatan untuk me­naik­kan iuran. Adapun, iuran baru untuk peserta PBI yang diusulkan sebesar Rp 27.500 dari sebelumnya Rp 19.225. Sementara, peserta non-PBI bertambah Rp 10.000 dari setiap kelas yang berlaku.

Namun, patut dicatat, iuran baru tersebut hanya berlaku untuk peserta baru. Sedangkan, peserta lama tetap mem­bayar­kan jumlah yang sama. “Kami harapkan, iuran baru ini mulai berlaku 2 - 3 bulan ke depan. Saat ini, kami masih menung­gu perpres-nya terlebih dahu­lu,” imbuh Chazali.

Data BPJS Kesehatan men­­catat defisit pada laporan tahun lalu. Total iuran yang dikantonginya mencapai Rp 41,06 triliun. Sedangkan, total manfaat dan klaim yang diba­yar sebesar Rp 42,6 triliun. Alhasil, rasio klaimnya tem­bus hingga 103,88 persen.

Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan sebe­lum­nya menyebut, kebanya­kan masyarakat yang mendaf­tar menjadi peserta ketika mengalami musibah sakit pe­nya­kit. “Ketika sakit di rumah­sakit, baru mendaftar,” terang dia.

Karenanya, BPJS Kese­hatan berencana mengubah aturan masa aktivasi yang saat ini tujuh hari sejak pendaftaran menjadi satu hingga tiga bulan. Sekadar informasi, tahun ini, BPJS mematok menghimpun iuran atau premi Rp 55 triliun, dengan nilai klaim mencapai Rp 54,04 triliun. Jika target itu tercapai, rasio klaim BPJS akan turun menjadi 98,25 persen.  (h/kcm)

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X