Harga Cabai Anjlok, Petani Terpekik

- Senin, 2 Maret 2015 | 19:37 WIB

Seorang pedagang sem­bako, As saat ditemui Haluan, membenarkan bahwa harga cabai saat ini sangat merosot. Baik itu untuk harga cabai merah maupun cabai hijau disebabkan petani sedang panen cabai. Ditambah lagi dengan pasokan yang terus lancar tanpa kendala sampai kepada pedagang.

Namun, untuk harga cabai rawit mulai menanjak naik dengan harga Rp40.000 per kg.

Petani Mulai Was-Was

Anjloknya harga cabai dalam beberapa pekan ter­akhir, membuat para petani cabai di daerah Solok mulai merasa was-was. Pasalnya, jangankan  bakal mendapat untung dari budidaya tana­man pangan yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat ini, ancaman m­e­rugi pun mulai menghantui mereka.

Dari data yang dihimpun Haluan di Pasar Pagi Muara Panas, Senin (2/3), harga cabai merah keriting lokal berkisar antara harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 Ribu sekilo. Turunnya harga cabai ini diperkirakan dipicu oleh ba­nyak­nya pasokan cabai dari luar daerah Solok seperti Medan, Kerinci dan Curup Bengkulu yang saat ini tengah panen. Harga cabai merah dari luar Sumbar ini berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kg.

“ Dalam beberapa pekan tera­khir cabai luar Sumbar membanjiri pasar Solok. Ini yang membuat harga cabai lokal menjadi anjlok,” kata Afrimon (39) pedagang cabai di sejumlah pasar pagi di kawasan Solok.

Afrimon tidak menampik, jika dalam beberapa pekan ke depan, harga cabai akan terus mengalami penurunan. Hal ini lantaran cabai luar Sumbar belum malakukan panen raya (puncak panen). “ Ini belum sampai puncaknya, kalau puncaknya bisa lebih turun lagi,” katanya.

Terkait itu, Alfian (47) petani cabai asal Nagari Kotobaru Ke­camatan Kubung Kabupaten Solok mengaku sudah menggeluti usaha budidaya tanaman cabai ini sejak tahun 2002 silam. Ia menyebutkan, kalau melihat harga cabai sekarang masih dalam ambang batas standar. Tapi kalau masih turun,  besar kemungkinan  para petani akan merugi. “ Kalau kita hitung sesuai biaya produksi dari tanam hingga panen masih dalam ambang batas standar, Insya Allah tidak rugi. Tapi kita tidak bisa memastikan harga ini akan bertahan,” jelas Alfian men­jawab Haluan di Kotobaru.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ngeri, 14 Orang Tewas Efek Tersambar Petir di Pakistan

Minggu, 12 September 2021 | 21:50 WIB

Bikin Merinding, Ular Kobra 'Teror' Pemotor di India

Sabtu, 11 September 2021 | 10:02 WIB
X