Diperta : Petani Harus Baca Situasi Pasar

- Selasa, 3 Maret 2015 | 19:18 WIB

Untuk mengantispasi keja­dian seperti ini tidak terulang, Djoni menyarankan kepada petani untuk membaca kondisi dan situasi pasar sehingga tidak merugi. Selain itu, Djoni juga meminta kepada petani untuk menstok cabai di saat cabai dalam harga rendah.

“Dua cara ini telah kita beritahu kepada petani, apa­lagi terkait menstok cabai de­ngan cara digiling lalu di­simpan di tempat yang lembab dan bisa digunakan untuk satu bulan ke depan,” ujarnya. Cara seperti ini kata Djoni sebenarnya telah dilakukan oleh sebagian petani dan masih ba­nyak juga petani yang enggan mencoba hal serupa. “Cara menstok dengan meng­giling terlebih dahulu dan disimpan sampai kondisi pasar mem­baik bisa dila­kukan ketika cabai mahal dan juga ketika cabai turun. Keti­ka telah digi­ling dan disim­pan rapat akan bisa digu­nakan satu bulan ke de­pan,” terangnya.

Data dari Dinas Perindus­trian dan Perdagangan (Dis­perindag) pada Selasa (3/3),  harga cabai menyentuh Rp20.­000 per Kilogramnya. Namun, dari hasil penelusuran Haluan di beberapa pasar di Sumbar, harga cabai sudah menyentuh angka Rp12 ribu per kilogramnya.

Kepala Disperindag Sum­bar, Mudrika ditemui Haluan Selasa (3/3) di ruangannya kemarin mengatakan, harga cabai beberapa hari be­la­kangan memang turun, kon­disi ini karena aktivitas pasar dimana pasokan yang sudah kembali normal dan bahkan banyak di pasaran. Kondisi ini menurut Mudrika tentu tidak membawa efek yang buruk kepada masya­rakat melainkan yang mera­sakan ini kondisi ini petani. (h/mg-isr)

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X