Izin 12 Money Changer di Bali Dicabut

- Rabu, 4 Maret 2015 | 18:42 WIB

“Pelanggaran yang dilakukan penyelenggara KUPVA bukan bank di Bali lebih kepada keterlambatan administrasi penyampaian laporan berkala,” kata Dewi.

Langkah tegas tersebut diambil pihak bank sentral itu mengingat sektor jasa penukaran uang asing sangat erat kaitannya dengan dunia pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi utama di Pulau Dewata.

“Dalam perkembangannya, muncul beberapa stigma kepada para pelaku KUPVA bukan bank yang dianggap sebagai salah satu perusak citra pariwisata di Bali. Hal ini disebabkan oleh ulah nakal pedagang Uang Kertas Asing (UKA) liar yang melakukan kecurangan kepada sejumlah wisatawan asing,” imbuhnya.

Dewi menjelaskan bahwa perkembangan KUPVA bukan bank berizin di Provinsi Bali mengalami peningkatan yang cukup pesat.

Data terakhir Kantor Perwakilan BI Pro­vinsi Bali, total KUPVA Berizin pada 2014 mencapai 526 kantor layanan KUPVA dengan 117 diantaranya adalah kantor pusat yang tersebar di seluruh Pulau Dewata.

Dominasi sebaran terbesar ada di Kabu­paten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar dengan total aset pada tahun 2013 tercatat sebanyak Rp209,62 miliar atau tumbuh sebesar 9,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp191,28 miliar.

Sedangkan dari sisi volume, rata-rata total omset atau nilai transaksi pembelian dan penjualan UKA dan cek perjalanan pada tahun 2014 mencapai Rp2,31 triliun per bulan.

Dewi menyatakan bahwa menjamurnya KUPVA liar bukan hanya merugikan wisa­tawan asing dan merusak citra pariwisata Bali, namun juga rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan teroris, per­dagangan narkotik, hingga penyelundupan yang disamarkan seolah-olah bersumber dari bisnis tukar menukar valuta asing.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X