Hanya 21 Ribu LKM Terdata

- Selasa, 10 Maret 2015 | 19:23 WIB

Firdaus di­dam­pingi Kepala OJK Sumbar M. Ilham. Turut hadir juga Kepala Departemen Pengawasan IKNB OJK M. Ihsanuddin dan Direktur LKM Suparlan. “Pemerintah sendiri kesulitan men­dapatkan berapa data pasti LKM ini. Ditaksir mencapai 90 ribu unit. Namun dua tahun diinventarisir OJK, baru ditemukan 21 ribu unit LKM,” kata Firdaus.

Dikatakannya, melalui Undang Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang LKM yang berlaku mulai 8 Januari 2015,  saat ini pemerintah berupaya untuk merevitalisasi kembali keberadaan LKM.

Dikatakannya, LKM sudah menjadi bagian dari sejarah panjang bangsa ini. Sejak tahun 1990-an LKM telah turut serta menjadi ujung tombak  perekonomian masyarakat.

Dua kunci sukses LKM yakni persyaratan yang mudah (tanpa agunan) dan cepat (ada saat dibutuhkan) membuat perannya sangat vital dalam membantu permodalan usaha mikro.

“Nah dengan revitalisasi LKM, maka keberadaan LKM akan semakin berdaya, LKM punya payung hukum dan akan semakin banyak pula pilihan masyarakat akan lembaga pembiayaan.

Pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan akses perbankan, bisa mendapatkan pendanaan untuk usahanya melalui LKM,” terangnya.

Sesuai peraturan pelaksanaan UU, lanjut Firdaus, seluruh LKM harus melapor pada OJK untuk pengukuhan. Diberikan tenggat waktu untuk LKM hingga 8 Maret 2016 mendatang.

“Mulai 8 Maret 2015 kita telah memulainya, namun demikian sampai saat ini belum ada satupun LKM yang melaporkan usahanya ke OJK untuk legalitas hukum.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ngeri, 14 Orang Tewas Efek Tersambar Petir di Pakistan

Minggu, 12 September 2021 | 21:50 WIB

Bikin Merinding, Ular Kobra 'Teror' Pemotor di India

Sabtu, 11 September 2021 | 10:02 WIB

Unik! Korea Utara Hanya Boleh Ada 15 Model Rambut Ini

Rabu, 8 September 2021 | 20:55 WIB
X