Krakatau Steel Rugi Rp1,8 Triliun

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:09 WIB

Kerugian itu terjadi akibat omzet yang turun sementara beberapa pos beban ada yang naik. Omzet alias pendapatan bersih perusahaan pelat merah itu tercatat sebesar US$ 1,86 miliar di 2014, lebih rendah dibandingkan posisi tahun sebelumnya dari Rp2,08 miliar.

Beban pokok pendapatan perusahaan ikut turun, dari Rp1,98 miliar di 2013 menjadi US$ 1,82 miliar tahun lalu. Beban ini membuat pos laba kotor Krakatau Steel anjlok menjadi hanya US$ 41,1 juta dari sebelumnya US$ 95,6 juta.

Pos beban yang naik adalah beban umum dan administrasi yang dibukukan sebesar US$ 117,6 juta di 2014, lebih tinggi dari tahun sebelumnya US$ 95,2 juta.

Beban yang naik itu membuat emiten berkode KRAS tersebut menderita rugi operasi hingga sebesar US$ 70,4 juta di 2014, lebih tinggi dari 2013 yang sebesar US$ 14,7 juta.

Laba bersih Krakatau Steel lebih besar dari rugi operasi akibat tambahan beban keuangan dan beban rugi entitas asosiasi yang juga naik, masing-masing menjadi US$ 51,4 juta dan US$ 70,4 juta.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 15.45 waktu JATS, harga saham KRAS turun 6 poin (1,3%) ke level Rp 455 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 451 kali dengan volume 53.488 lot senilai Rp 2,4 miliar. (h/dtf)

Editor: Administrator

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X