Dolar Melambung, Eksportir Tak Untung

- Senin, 30 Maret 2015 | 19:21 WIB

Seperti buah Pala yang bertahan di kisaran Rp30.000/kg, kakao atau coklat sekitar Rp27.000/kg, lalu cengkeh Rp100.000/kg, dan kopi harganya masih Rp22.000/kg.  Meskipun dolar menguat dan seharusnya menguntungkan bagi eksportir karena selisih harga jual, namun pada kenyataannya tidak demikian halnya dengan pedagang komoditas ekspor hasil bumi.

“Harga komoditas ekspor cendrung stabil, tak terpengaruh dengan harga dolar” ungkap Hj. Yunidar, pemilik Usaha Dagang (UD) Hasil Bumi yang berada di kawasan Pasar Gadang

Malah sebaliknya, walaupun harganya relatif stabil namun untuk permintaan malah tergolong lesu, sehingga pedagang jadi kebanjiran stok dan memilih untuk tidak menambah stok dulu.

“Permintaan dari negara-negara tujuan ekspor melemah. Dolar AS menekan nilai mata uang asing lainnya, sehingga pengusaha di sana menahan permintaan,” terang Yuni­dar Lagi.  Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindus­trian dan Perdagangan Sumbar, Zaimar menuturkan kondisi ini memang biasa terjadi.

“Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, permintaan hasil bumi rempah – rempah terhadap negara tujuan biasanya memang akan mengalami menurunan,” sebutnya (h/mg-boy)

Editor: Administrator

Terkini

Soal Covid-19, China Tuding AS yang Salah

Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
X