Freeport Setuju Gunakan Rupiah

- Kamis, 28 Mei 2015 | 19:10 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, awal pekan lalu menjelaskan, meskipun meru­pakan Penanaman Modal Asing (PMA), Freeport tetap memiliki komitmen kepada peraturan perundang-unda­ngan dan regulasi di negara tempat perusahaan ini mengo­lah dan memanfaatkan aset.

Ia mengakui, aset yang dikelola merupakan aset nasi­onal. Bila pemerintah berkei­nginan semua transaksi di Freeport menggunakan mata uang rupiah, maka pihaknya akan mematuhi.

Dalam melakukan inves­tasi lanjut Maroef, Freeport selalu menggunakan dana yang berasal dari luar, terutama dari induk usaha dan tidak meng­gunakan dana dari perbankan Indonesia. “Kalau dana yang berasal dari luar seperti ini biasanya dalam mata uang dollar AS,” imbuh dia.

Sementara itu, mata uang rupiah hanya digunakan dalam pembelian barang -barang kebutuhan yang ada di pasar lokal atau dalam negeri.  “Banyak, misalnya katering, nilainya tidak sedikit, itu ada rupiah. Kalau transaksi ke luar pakai dollar,” ungkap dia.

Meski demikian, ia yakin Freeport tidak akan kesulitan atau jika harus bertransaksi dalam mata uang rupiah.

Hal ini karena penggunaan mata uang rupiah itu bisa dilakukan secara terukur de­ngan menghitung keuntungan dan kerugian. “Itu pasti ada hal-hal terukur bagaimana menghitung keuntungan dan kerugian,” tambahnya.

Menanggapi ini, Ketua Working Group Kebijakan Publik Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Per­hapi) Budi Santoso, Selasa (26/5),  berpendapat, masih ba­nyak transaksi di perusahaan tambang seperti Freeport yang menggunakan valuta asing seperti pembelian peralatan dan perlengkapan atau equip­ment, bahan-bahan dan jasa.

Untuk jasa, Budi berpen­dapat seharusnya dalam kon­trak  dengan mereka pemerin­tah bisa memaksa konsultan asing yang bekerja di Freeport lebih dari 20 tahun, wajib membuka kantor di Indonesia. Mereka juga harus bertransaksi memakai rupiah. “Jika mereka sudah beroperasi selama 20 tahun di Indonesia, maka kee­konomiannya seharusnya su­dah tercapai,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB
X